Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Terus Telusuri Bentrok di Tolikara, Papua

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Jum'at, 17 Februari 2012 |15:00 WIB
Polri Terus Telusuri Bentrok di Tolikara, Papua
Saud (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bentrok massa yang melibatkan dua kelompok pendukung calon bupati Kabupaten Tolikara, Papua kembali terjadi. Polri hingga kini masih terus mengusut tuntas kasus ini.
 
Kepala Divisi Humas Maber Polri, Saud Usman Nasution menyatakan pertikaian antara dua kelompok pendukung calon bupati, yaitu antara kelompok doktor John Tabo yang diusung Partai Golkar dengan pendukung Usman G Wanibo dari partai koalisi.
 
Akibat bentrokan itu, diakuinya ada dua orang meninggal, serta korban luka sebanyak 28 orang. Tak hanya itu dua rumah ikut terbakar, serta dua kantor yaitu kantor Demokrat dan kantor DPR juga ikut terbakar.
 
"Sedang didalami oleh Polda Papua, pertama kita melakukan mediasi, antara semua pihak terkait khususnya dari kedua kelompok peserta pendukung pemilukada. Keduanya diharapkan bisa cooling down untuk menahan diri agar tidak melakukan bentrokan," ungkap Saud kepada wartawan usai salat Jumat di Mabes Polri, Jumat (17/2/2012).
 
Sementara itu untuk masalah pembakaran dan perusakan yang dilakukan kedua pendukung calon gubernur tersebut, pihak kepolisian diakuinya terus melakukan penyelidikan dan dituntaskan.
 
"Nantinya dari polres Tolikora, akan mencari para pelaku yang akan didukung oleh polda papua untuk lebih mendalami kasus serta mencari para oknumnya," cetusnya.
 
Saud mengimbau kepada dua kelompok calon bupati, yang terlibat dalam pembakaran, pengrusakan, pembunuhan untuk menyerahkan diri. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses hukum. "Kemudian kami juga berharap proses pemilukada di Papua bisa terlaksana dari jadwal yang ditentukan dan bisa berjalan dengan tertib dan aman," lanjutnya.
 
Jenderal bintang dua ini juga meminta kepada para peserta pemilu khususnya, harus ada saling kesepakatan terlebih dahulu agar tidak menggerakan massa yang besar. Apalagi diakuinya kelompok masyarakat ini tidak terkendali.
 
"Bagaimanapun kalau masing-masing para penanggung jawab kedua kelompok massa itu tidak bisa mengontrol anak buahnya, maka akan berakibat seperti kemarin. Kita harapkan semua daerah yang bersangkutan yang menjalani pilkada, membuat satu kesepakatan dahulu untuk mempertanggung jawabkan masing-masing anggotanya karena disana ada korlap dan tim suksesnya masing," simpulnya.
 
Saud menegaskan jika semuanya bisa bekerja dengan benar maka ridak akan lagi terjadi anarkis kembali. Namun jika memang sudah terjadi anarkis, Saud meminta para oknum-oknum untuk menyerahkan diri agar memudahkan kepolisian untuk menangani kasus ini.
 
Tersiar kabar, jika hingga saat ini bentrokan di Tolikara terus berlangsung dan korban baru hari ini ada 6 orang, 3 diantaranya dibakar. Namun ketika dikonformasi, Kadiv Humas Mabes Polri mengaku masih mengumpulkan laporan data-data tersebut.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement