JAKARTA - Polisi masih mendalami pelaku penusukan dalam kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali. Demikian disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution.
Saud mengatakan, hingga kini polisi terus melakukan pelacakan kepada para napi yang sempat bertikai di LP Kerobokan. "Masih didalami pelacakan kita, yang penusukan masih dilacak, yang tanggal 17 sudah kita proses, cuma barang buktinya tidak ada, sedangkan menurut mereka itu enggak mungkin itu pasti ada di dalam LP makanya pada saat korban penusukan tanya petugas jaga katakan tidak tahu, nah ini tidak puas," kata Saud di Mabes Polri, Kamis (23/2/2012).
Saat ditanya siapa penggerak kerusuhan tersebut, Saud mengatakan hal tersebut juga masih didalami. "Masih di dalam pelacakan kita, yang jelas kelompok dari korban," tandasnya.
Dalam kesempatan berbeda, Kapolda Bali Irjen Pol Totoy Heryawan Indra memastikan kondisi di (LP) Kerobokan sudah mulai kondusif pascakerusuhan pada Selasa malam lalu. Kapolda mengungkapkan pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan narapidana yang melakukan aksi pembakaran beberapa kantor sipir.
Dalam pertemuan tersebut terungkap motif para narapidana melakukan pembakaran dan pelemparan batu. “Motifnya karena tahanan menilai ada ketidakadilan di dalam Lapas. Ada perlakuan diskriminasi dari petugas,” ujar Totoy.
Selain itu, lanjut dia, LP Kerobokan sudah melebihi kapasitas daya tampung tahanan sehingga tidak nyaman lagi dihuni. Seharusnya LP dihuni 350 tahanan, namun saat ini ada 1.000 lebih tahanan di LP Kerobokan.
Sementara itu seluruh personel polisi sudah ditarik ke luar LP setelah dikerahkan melakukan pengamanan sejak tengah malam tadi. Aktivitas para tahanan juga berangsur normal.
(ful)