tragedi sukhoi

Fraksi PAN Diminta Klarifikasi Insiden Andi Tiro

Ferdinan - Okezone
Kamis, 23 Februari 2012 10:29 wib
Priyo Budi Santoso (Foto: Dok Okezone)
Priyo Budi Santoso (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Pimpinan DPR meminta Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengklarifikasi insiden pertengkaran antara Andi Taufan Tiro dengan petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta.

Kemarin beredar broadcast BlackBerry yang menyebut Andi, anggota DPR menampar petugas Bea Cukai bandara. Hal itu pun sudah dibantah Andi.

"Kita akan cek, nanti saya akan tanya pada ketua fraksi," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Priyo berharap publik tidak termakan pesan gelap yang belum diketahui kebenarannya. Apalagi, Andi telah memberikan bantahan bersikap arogan di bandara. "Saya belum percaya sepenuhnya karena beliau belum klarifikasi," sambungnya.

Namun Priyo meminta pengelola bandara memberikan layanan terbaik bagi konsumennya. Insiden pertengkaran karena antrean panjang saat pesawat mendarat, menurutnya menjadi cermin pengelolaan layanan buruk di bandara.

"Bandara dan Bea Cukai harus lakukan langkah yang aman dan nyaman dan dilakukan secara serentak, karena bandara jendela dan kalau antre panjang dan mengular tentu citra negara," ujar dia.

Kemarin Andi sudah menjelaskan kronologisnya sekaligus membantah telah menampar petugas bea cukai bandara.

Menurut dia, saat turun dari pesawat dan hendak keluar terminal yang ada satu extrail yang dibuka, sementara antrean cukup panjang. Andi berteriak untuk dibukakan pintu extrailnya agar tidak terjadi antrian panjang.

"Tiba-tiba ada tiga petugas datang, saya tanya ke mereka, kenapa enggak dibuka dari tadi (pintunya)? Lalu satu petugas lagi datang, dia bilang, kenapa? kenapa? Tapi caranya itu arogan dan mendekati saya. Ya saya langsung dorong, saya enggak tampar," tegas Andi kemarin.

(ded)

  • butet » 0 Tanggapan
    Weleeh, DPR itu memang kebal hukum yaa.. Maunya jd prioritas ... Gak mau ngantri seperti masyarakat biasa.. bukannya ada slogan "Budayakanla Mengantri" dan "Anda Sopan, Kami Segan" pun sudah gak berlaku bila jd anggota Dewan TERHORMAT DPR.. Yang ada malah jd " DPR is NO.1 " atau Anda Lama saya Tampar" hehehehehe,.. Hebat deh DPR. Anggota Dewan YTH gito lowh...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • butet » 0 Tanggapan
    Weleeh, DPR itu memang kebal hukum yaa.. Maunya jd prioritas ... Gak mau ngantri seperti masyarakat biasa.. bukannya ada slogan "Budayakanla Mengantri" dan "Anda Sopan, Kami Segan" pun sudah gak berlaku bila jd anggota Dewan TERHORMAT DPR.. Yang ada malah jd " DPR is NO.1 " atau Anda Lama saya Tampar" hehehehehe,.. Hebat deh DPR. Anggota Dewan YTH gito lowh...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • butet » 0 Tanggapan
    Weleeh, DPR itu memang kebal hukum yaa.. Maunya jd prioritas ... Gak mau ngantri seperti masyarakat biasa.. bukannya ada slogan "Budayakanla Mengantri" dan "Anda Sopan, Kami Segan" pun sudah gak berlaku bila jd anggota Dewan TERHORMAT DPR.. Yang ada malah jd " DPR is NO.1 " atau Anda Lama saya Tampar" hehehehehe,.. Hebat deh DPR. Anggota Dewan YTH gito lowh...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • putrabaun » 0 Tanggapan
    Maklumlah pak DPR yth itu, mahakuasa jadi apa saja yang mau dilakukan itu syah. apalagi terhadap petugas bea dan cukai yang juga capek melayani para penumpang termasuk pak DPR yth. kalopun beliau arogan juga haknya dan syah,jangankan nampar,sembelihpun syah,dipermalukan dimata para tamu mancanegara itu bentuk ajaran DPR yth agar semua tamu boleh tampar aparat bea cukai dgn maksud pelecehan martabat aparat dan bangsa indonesia maaf kami tdk berkepentingan dgn bea dan cukai.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ujang » 0 Tanggapan
    ler lah, pejabat mana mau ngaku, PAN jangan ikut2 demokrat lah
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.