tragedi sukhoi

Pembunuhan Berantai

Bupati Prihatin Ada Dugaan PNS Gay

Kamis, 23 Februari 2012 09:13 wib
Mr J saat dimintai keterangan di Mapolres Nganjuk (Dok: Sindo TV/Mukhtar Bagus)
Mr J saat dimintai keterangan di Mapolres Nganjuk (Dok: Sindo TV/Mukhtar Bagus)

NGANJUK - Adanya pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Nganjuk dan daerah lain di Jawa Timur yang diduga mengalami disorientasi seksual atau gay, membuat prihatin Bupati Nganjuk. Bahkan ada seorang guru SMP negeri namanya disebut Mujianto terlibat dalam kasus pembiuasan berantai.

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman bahkan akan turun tangan langsung untuk menelusuri dugaan ada pegawainya suka sesama jenis.

Taufiq, Kamis (23/2/2012), mengakui sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan dan data akurat soal para pegawainya suka sesama jenis atau gay.

Namun hasil pengungkapan polisi di beberapa peristiwa pembunuhan yang melibatkan kalangan gay, menyeret nama PNS, baik sebagai korban maupun terduga pelaku.

Isu soal PNS penderita disorientasi seksual ini hangat dibahas terutama setelah terungkapnya kasus pembiuasan berantai yang melibatkan Mujianto. Seperti diketahui, Mr J, guru sebuah SMP negeri di Nganjuk diduga kuat sebagai kekasih sejenis Mujianto.

Beberapa korban tewas pembiusan Mujianto dari beberapa daerah di Jawa Timur juga berstatus PNS.

Selain itu, dua tahun lalu, FS, seorang pegawai honorer di kantor Badan Pertanahan Nasional Nganjuk tewas menjadi korban pembunuhan berantai yang dilakukan Ryan di Jagal asal Jombang.

Taufik mengaku akan segera membicarakan masalah ini dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk sehingga dapat menentukan langkah selanjutnya.

(Mukhtar Bagus/Sindo TV/ton)

  • la » 0 Tanggapan
    to KK : Dilihat dr komen Anda, sptny Anda ikut bagian dr komunitas disorientasi itu ya ? kasiannn...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • joko s » 0 Tanggapan
    FPI dan Gay , ya sama-sama sakit jiwa.... perlu dibawa kr RS jiwa
    Beri Tanggapan Laporkan
  • YY » 0 Tanggapan
    setidaknya, kaum gay dan lesbi yang ada dinegara ini tidak pernah bikin keributan yang mengganggu kenyamanan kehidupan bermasyarakat kita, sangat beda banget dngan kaum FPI yang selalu reseh dan maunya turut campur melulu utk urusan pribadi individu/kelompok di masyarakat.... jadi menurut saya, yang diberangus itu seharusnya kelompok yang selalu bikin reseh pake tameng agama dan Tuhan, krn jelas hal tsb SANGAT mengganggu kehidupan bermasyarakat, bukan malah orang2 yang punya orientasi seks yang beda dng kita
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Rovan » 0 Tanggapan
    Kalo di negara maju, jangankan gay, orang b***i aja masih dapat kesempatan bekerja dengan layak di badan pemerintahan. Jangan lupa bahwa yang menciptakan teknologi komputer yang dengan enaknya kalian pakai ini adalah Alan Turing, seorang gay. Pantas saja Indonesia ngga maju-maju, pola pikirnya masih pola pikir zaman purba
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Fegelein » 0 Tanggapan
    @go gone Indonesia sering terkena musibah karena posisi negara ini yang kurang menguntungkan. Gempa, tsunami, erupsi gunung berapi disebabkan karena Indonesia adalah daerah laktif lempeng bumi. Banjir dan tanah longsor karena negara ini ada di wilayah tropis, jadi tak heran jika curah hujan tinggi sepanjang tahun. Terus mengapa anda mengaitkan musibah dengan LGBT?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.