DENPASAR- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali hari ini resmi kembali membuka kunjungan keluarga para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali.
Sejak kerusuhan narapidana pada 21 Februari lalu LP ditutup untuk kunjungan keluarga. Dalam kerusuhan tersebut tiga napi terluka akibat tembakan peluru karet dari petugas Lapas.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala LP Kerobokan, I Gusti Ngurah Wiratna, mengatakan pembukaan LP ini sesuai dengan perintah Kepala Hukum dan HAM Provinsi Bali dan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM.
“Walaupun dengan segala keterbatasan, kunjungan harus bisa dilakukan pada Selasa ini,” kata Wiratna saat ditemui di LP Kerobokan, Selasa (28/2/2012).
Dia menjelaskan, pembukaan ini juga dilakukan dengan perubahan pola pikir dari para napi, serta konsolidasi sejumlah elemen.
“Sehingga cara kerja kami juga harus berubah. Sekarang kami sudah bisa bekerja lebih mudah,” tuturnya.
“Fokus pertama kami yakni pemulihan trauma. Jadi hari ini baru bisa dibuka karena aksi pembakaran kemarin diperlukan konsolidasi antara petugas dengan para napi. Perlunya pembenahan sehingga belum memungkinkan kunjungan warga, dan hari ini baru bisa dilakukan,” tegasnya.
Wiratna menjelaskan, hingga hari ini jumlah penghuni warga binaan LP Kerobokan sebanyak 912 orang. “Kami sudah berbicara dengan mereka, dan para napi siap untuk bisa lebih tertib lagi. Siap berubah dan siap diatur dan siapa menerima kunjungan,” tandasnya.
Pantauan di lapangan, keluarga sudah mengantre sejak pagi di pintu masuk LP Kerobokan. Penjagaan pun diperketat di pojok-pojok LP. Sejumlah petugas yang tidak menggunakan pakaian resmi juga berjaga-jaga.
Pengamanan pun diperketat, keluarga tidak diperbolehkan langsung membawa makanan dan minuman ke dalam LP melainkan harus melalui pemeriksaan petugas.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.