SUMBA - Wabah penyakit demam berdarah yang melanda Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh pemerintah setempat.
Penyakit ini pun akhirnya menelan korban pertama. Seorang remaja berusia 14 tahun meninggal Rabu (7/3/2012) siang setelah beberapa hari menjalani perawatan di salah satu rumah sakit, di Kota Waingapu.
Korban yang diketahui bernama Siprianus Namu Ndala itu saat ini disemayamkan di rumah duka dan diratapi oleh pihak keluarga. Siprianus menjadi korban pertama dari warga penderita demam berdarah yang menjangkiti Kabupaten Sumba Timur, sejak dua pekan lalu itu. Semula keluarga hanya menduga Sipri sakit demam dan malaria biasa.
“Senin lalu dia bilang kepalanya pusing, lalu kemudian badannya panas lalu mulai batuk-batuk juga muntah-muntah. Kami bawa ke rumah sakit karena kami pikir ini malaria mulai naik ke kepala," ujar ibunda korban Marselina, Rabu (7/3/2012) malam.
Alangkah sedihnya Marselina kala mengetahui anaknya ternyata mengidap penyakit demam berdarah sehingga berujung maut. "Tapi ternyata dia kena demam berdarah dan jadinya begini,” katanya sembari terisak disamping jenazah korban.
Data yang dihimpun dari tiga rumah sakit yang ada di Kota Waingapu, sebanyak 30 orang dengan beragam latar belakang usia telah terjangkit penyakit ini dan menjalani perawatan intensif.
Meski telah menetapkan kasus ini sebagai KLB, namun hingga kini Dinas Kesehatan setempat terkesan seperti bekerja sendiri. Tidak ada upaya serentak dan sinergis antar instansi untuk memerangi penyebaran DBD, hingga kemudian jatuh korban.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.