Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

100 Ton Solar Diduga Illegal Diamankan Tim Pengawas BBM

Amir Sarifudin , Jurnalis-Jum'at, 16 Maret 2012 |14:40 WIB
100 Ton Solar Diduga Illegal Diamankan Tim Pengawas BBM
Ilustrasi, penimbunan BBM
A
A
A

BALIKPAPAN- Tim gabungan pengawasan dan pengendalian BBM subsidi berhasil mengamankan 100 ton solar subsidi yang diangkut menggunakan kapal jenis LCT.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan pada 7 Maret lalu, di Sungai Mahakam, Kecamatan Long Bagung, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).

Diduga terjadi penyelewangan BBM bersubsidi karena pihak nahoda kapal tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat asal muasal muatan atau delivery oder (DO) 100 ton solar.

“Dokumen DO tidak lengkap sehingga tidak diketahui asal muasal. Dugaan awal ini telah terjadi penyelewengan angkutan BBM,” kata anggota tim gabungan Fahmi Harsandono yang juga anggot Komite BPH Migas, di Gedung Mapolda Kaltim, Jumat (16/3/2012).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua tim gabungan pengawasan dan pengendalian BBM bersubsidi Meyjen (Purn) Karseno, Sekretaris BPH Migas Agus Budi Wahyono, anggota Komite BPH Migas Brigjen Pol (Purn) Marthin Ritonga, dan Kabid Humas Polda kaltim Kombes Pol Wisnu Sutirta.

“Selain surat-surat tidak lengkap, ada indikasi pengoplosan BBM karena di lokasi kapal juga tercium bau minyak tanah. Fisiknya seperti itu, ada campuran minyak tanah,” jelasnya.

Sampai saat ini tim masih melakukan pendalaman terhadap izin usaha dari perusahaan yang mengangkut 100 ton solar. Dia menceritakan, biasanya ada dua jenis izin usaha niaga umum atau import,

“Nah ini masih kita telusuri terus,” ujarnya tanpa mau menyebut nama kapal dan nama perusahaan yang dimaksud.

BBM solar ini diduga akan dipergunakan bagi industri pertambangan dan perkebunan di wilayah tersebut. Saat ini kapal bersama nakhoda masih diamankan di lokasi bersama barang bukti.

Tim pengawasan dan pengendalian BBM bersubsidi ini baru dibentuk pemerintah pada 2 Maret 2012 lalu. Anggotanya berasal dari BAIS Intelijen TNI), BIN, Intelpam, Kepolisian, TNI, PPNS BPH Migas, Bea Cukai, perguruan tinggi, dan ormas.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement