JAKARTA - Gelar apel pasukan bersama TNI-Polri dinilai tidak akan menyelesaikan masalah. Upaya damai belum menyentuh pada penyebab terjadi bentrokan.
Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar mengatakan, yang menjadi penyebab bentrokan antara anggota TNI dan Polri adalah masalah kewenangan.
"Kalau untuk sementara ini cukup saja. Perdamaian ini belum menyentuh akar masalah," kata dia saat berbincang dengan Okezone, Rabu (25/4/2012).
Tapi, kalau melihat ke belakang, bentrok yang sebelumnya terjadi juga sudah sempat didamaikan tapi nyatanya kembali terulang. Kata dia, sistim keamanan nasional belum diatur secara terpadu.
"Jadi harus ada penataan koordinasi yang benar dengan kewenanagan yang baik dan disepakati bersama maka kemungkinan benturan bisa dikurangi," cetusnya.
Sementara itu, Pengamat Militer Universitas Parahyangan Bandung, Anak Agung Banyu Perwita, juga sepakat jika apel gelar pasukan bersama TNI-Polri tidak menyelesaikan akar masalah.
"Itu hanya seremonial di atas permukaannya saja karena sebetulnya ada persoalan-persoalan yang jauh lebih besar dari hanya sekdar gelar pasukan bersama," ungkapnya.
Dia menilai ada dua yang menjadi ada kesenjangan antara TNI dan Polri. Yakni kewenangan dan struktur Polri yang seharusnya juga berada di bawah kementrian bukan di bawah presiden.
"Karena Panglima TNI saja semua ada di bawah kementrian pertahanan. Ini persoalan yang harus segera diselesaikan. Menurut saya Polri harus berada di bawah kementrian," tukasnya.
Tambahnya, di sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, struktur Polri berada di bawah kementerian bukan di bawah presiden. Dengan hanya sekedar apel gelar pasukan menganggap masalah ini selesai sama saja menunjukkan ketidakpahaman tentang sistem negara demokrasi.
"Ini hanya sekedar menyapu kotoran kemudian ditaruh di bawah karpet padahal kalau dibuka isinya kotoran semua," ujarnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.