TERNATE - Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa di kantor PLN Cabang Ternate, Maluku Utara, berlangsung ricuh. Mahasiswa dan pegawai PLN terlibat saling pukul, Senin (21/5/2012).
Kericuhan terjadi saat petugas kepolisian melakukan pemindahan mobil pembawa sound system milik peserta aksi. Alhasil mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Makayoa Indonesia marah dan mengejar petugas sehingga terjadi aksi saling pukul.
Tidak sampai di situ, mahasiswa yang semakin beringas menerobos masuk ke halaman kantor PLN dengan cara mendobrak pagar. Di sana, mahasiswa kembali terlibat adu pukul dengan pegawai PLN yang turut mengawal jalannya aksi.
Kericuhan mereda setelah petugas berhasil melerai kedua belah pihak.
Dalam aksinya, mahasiswa mengecam tindakan Kepala PLN Persero cabang Ternate yang diduga melakukan pungutan liar. Pungutan itu meliputi biaya pemasangan jaringan listrin (meteran) dan pembebasan lahan untuk lokasi gardu PLN di Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan. Untuk pembebasan lahan itu, warga dipungut sebesar Rp700 ribu.
Massa pun mendesak Kapolda Maluku Utara segera membentuk tim investigas guna mengusut pemungutan liar itu.
Sementara itu, Kepala PLN Persero cabang Ternate membatah tudingan tersebut. Dia mengaku tidak pernah melakukan pungutan liar, dan berjanji akan menindak tegas pegawainya apabila terbukti melakukan pungutan.
"Saya tidak pernah meminta pegawai saya untuk melakukan pungutan liar. Jika terbukti, tentu saya akan menindak tegas mereka," tegasnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.