Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hasyim Muzadi: Anak PKI Jangan Buka Luka Lama

Muhammad Saifullah , Jurnalis-Rabu, 03 Oktober 2012 |08:30 WIB
Hasyim Muzadi: Anak PKI Jangan Buka Luka Lama
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hasyim Muzadi menilai keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) saat ini belum puas dengan rekonsiliasi para anak bangsa terkait masa lalu komunis di Indonesia.

Ketidakpuasan itu, salah satunya diwujudkan dengan meminta Presiden meminta maaf.  
“Mulailah mereka mendesak pemerintah atau presiden untuk meminta maaf padahal pemerintah sekarang tak ada hubungannya, dan seterusnya berusaha membongkar luka lama dengan berkendaraan HAM versi westernisme,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Selasa (2/10/2012).
 
Menurutnya, kerukunan yang pernah dijalin antara kelompok anak-anak PKI, anak-anak pahlawan revolusi, anak-anak Kartosuwiryo dan anak-anak PRRI/Permesta yang lalu sebenarnya cukup baik untuk menutup masa kelam di masa lalu.
 
“Sehingga mereka kambali sebagai anak bangsa yang sejajar kedudukan dan hak sebagai warga negara. Tapi nampaknya, khusus untuk anak-anak PKI, mereka merasa belum puas dengan itu,” katanya.
 
Hasyim mengungkapkan, anak-anak PKI tahu bahwa setelah selesainya perang dingin, HAM model westernis menyatukan neokomunis dan liberalisme westernis untuk melawan dunia Islam.
 
“Tidak seperti sebelum selesainya perang dingin dimana barat menghadapi komunisme timur. Tapi sesungguhnya komunisme internasional setelah perang dingin kehilangan dua pilar pokoknya, yakni atheisme dan proletarisme,” katanya.
 
Dikatakannya, Rusia, Cina dan Eropa Timur telah menganut kebebasan agama secara relatif dan berkolaborasi terhadap kapitalisme. “Sehingga kekuatan sandaran mereka lebih ke HAM westernis barat daripada ke timur,” jelasnya.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan, sikap tidak puas anak-anak PKI itu sangat berbahaya bagi Indonesia karena bangsa akan terbelah. “Umat Islam, bukan hanya NU akan bangkit bertahan bersama lintas agama dan kelompok pancasilais,” katanya.
 
Dikatakannya, jika terjadi pertengkaran antar anak bangsa sangat mungkin asing akan mengintervensi dan menginvasi ke Indonesia, serta menguasainya melalui jalur HAM.

(Susi Fatimah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement