BUKITTINGGI - Sebagai salah satu kebun binatang tertua di Indonesia, kondisi Taman Marga Satwa dan Budaya (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat, semakin memprihatinkan. Padahal TMSBK Bukittinggi merupakan salah satu objek wisata favorit wisatawan dari dalam maupun luar provinsi.
Beberapa kandang sudah tidak layak lagi ditempati satwa karena kotor. Para satwa pun tidak mendapat asupan makanan layak.
Rusa, misalnya, hewan yang seharusnya mengkonsumsi rumput, umbi, atau dedaunan itu, terpaksa hanya makan ranting-ranting yang tak ada lagi daunnya.
Kondisi yang sama juga tampak pada hewan dilindungi, seperti harimau Sumatera. Daging sebagai makanan utamanya dibiarkan tergeletak di luar. Entah mengapa hewan karnivora itu tampak tidak bersemangat memakan daging pemberian dari pengelola.
Selain itu, makanan hewan di beberapa kandang juga disebar begitu saja, sehingga pengunjung pun tidak betah melihat kotornya kandang.
Beberapa bulan lalu, pihak Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sumatera Barat telah memberikan peringatan kepada pengelola TMSBK.
BKSDA Sumbar memberi waktu paling lambat Desember tahun ini pengelola harus melakukan perbaikan. Bila tidak, hak konservasi TMSBK akan dibekukan.
Sementara itu, Ketua DPRD Bukittinggi, Rahmat Haris, mengaku mendapat laporan dari pemerhati satwa terkait kondisi di TMSBK sejak September 2011 lalu,.
Laporan tersebut berisi hilang dan matinya sejumlah hewan, seperti harimau dahan, kambing benggala, monyet jenis simpai, kancil, kambing, siamang asal Payakumbuh, harimau tandikek, babi hutan, beberapa ular, serta gajah.
Saat itu, kata Haris, ada beberapa indikasi kelalaian dan ketidakmengertian pihak TMSBK terhadap seluruh koleksinya.
Saat wartawan mencoba mendatangi kantor TMSBK, tidak satu pun pegawai yang mengetahui berapa jumlah pasti koleksi satwa di kebun binatang tersebut. Kepala Bidang TMSBK, Tarmizi, pun sulit dihubungi untuk dikonfirmasi.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.