JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Tohari menyarankan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih sering mengadakan pertemuan dengan pemeritahan Malaysia dalam rangka membicarakan hal-hal yang strategis.
Pasalnya, kedua bangsa serumpun ini sering kali memiliki banyak persoalan yang menyebabkan hubungan keduanya retak.
"Dalam pespektif serumpun itu kedua harus sering bertemu. Kunjunagn ke negara yang terdekat jauh lebih strategis dibandingkan ke negara lain," ujar Hajriyanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Beberapa persoalan laten kata dia, seperti permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan perbatasan selalu mencuat. Terutama mengenai masalah TKI ilegal. Keberadaan TKI ilegal sulit dihapus karena menguntungkan pihak Malaysia namun merugikan terhadap Indonesia.
"Banyak TKI elegal disebut TKI haram oleh orang Malaysia dan itu merupakan dialektika internal Malaysia sendiri, karena mereka banyak mengambil keuntungan dari tenaga-tenaga kerja kita," jelas dia.
Bagi dia, permasalahan TKI ilegal itu karena disebabkan tidak sejajarnya pemahaman mengenai negara serumpun. Seharusnya serumpun itu tidak hanya sebatas seni budaya. Sementara kata dia, jika dalam persoalaan seni budaya Indonesia juga sering dirugikan dengan banyak klaim yang dilakukan Malaysia.
"Padahal kita negara serumpun.Dalam perspektif serumpun, itu serumpun tidak hanya dalam seni budaya, padahal seharusnya tidak," tandasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.