MEDAN- Ketua DPC PDI Perjuangan, Hendri Jhon Hutagalung, menjadi korban pemukulan oleh oknum dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Medan. Ini terjadi saat Hendri mengadvokasi masyarakat yang tengah menghadapi konflik kepemilikan lahan dengan Pemerintah Kota.
Dari Informasi yang dikumpulkan Okezone, peristiwa tersebut bermula saat Satpol PP berencana melakukan eksekusi atas tanah seluas 4 hektare di kawasan Cadika Kecamatan Medan Johor, yang tengah disengketakan antara salah seorang warga bermarga Ginting, dengan Pemko Medan, Senin (21/1/2013).
Hendry yang ketika itu diminta bantuannya untuk melakukan advokasi, langsung terjun ke lokasi dan berusaha untuk bernegosiasi dengan Satpol PP.
Bukannya mendapatkan solusi atas tanah yang masih disengketakan, Hendri yang dianggap telah membekingi warga pun mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari belasan oknum personel Satpol PP.
Di samping makian, pukulan pun dilayangkan sejumlah oknum Satpol PP ke wajah dan tubuh Ketua DPC PDI-P Medan itu.
Hendri yang tidak terima dengan perlakuan itu lantas mengadukan Kepala Satpol PP Medan Sofyan ke Polresta Medan. Dalam laporannya, dia mengklaim kegiatannya mengadvokasi warga masih pada tempatnya.
Apalagi status lahan yang dipermasalahkan masih berstatus tanah sengketa. Sebagai pimpinan partai politik, dia mengaku memiliki hak untuk memfasilitasi warga ketika berkonflik dengan pemerintah.
Dia juga menyesalkan sikap Kepala Satpol PP Medan yang seolah membiarkan anak buahnya melakukan penganiayaan.
“Apa salah saya membela masyarakat. Tanah itu kan masih berstatus sengketa, apa hak Pemko Medan mengeksekusinya. Ini tidak bisa dibiarkan, beginilah cara-cara pemerintah menyelesaikan persoalan warganya. Kepala Satpol PP harus bertanggungjawab atas peristiwa itu,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki, menyatakan, akan segera mengusut kasus ini. Pihaknya mengaku akan mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi berada di lokasi penganiayaan untuk memperjelas kasus ini.
“Iya tadi sudah kita terima laporannya. Ini anggota sedang turun ke lapangan untuk mencari bukti-bukti baru selain yang dilaporkan korban. Sejauh ini kita fokus di penganiayaannya. Kalau terkait substansi konfliknya, saya pikir itu bukan kewenangan kita, dan belum dilimpahkan ke kita,” tuturnya.
Usai membuat laporan, puluhan kader dan elit PDI-P Kota Medan mendatangi Balai Kota Medan untuk meminta penegasan dari Wali Kota Medan Rahudman Harahap atas sikap bawahannya.
Puluhan kader ini pun mendesak agar Walikota Medan Rahudman Harahap, segera memberhentikan Sofyan dari jabatannya sebagai Kepala Satpol PP Kota Medan.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.