Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPD Harus Lebih Proaktif Fasilitasi Pusat & Daerah

Dede Suryana , Jurnalis-Jum'at, 03 Mei 2013 |13:36 WIB
DPD Harus Lebih Proaktif Fasilitasi Pusat & Daerah
Gedung DPD (Foto: Runi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Berbeda dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kerap dipandang sebelah mata sebagai lebih tinggi negara. Hal ini lantaran DPD dinilai kurang berperan dalam tungas dan fungsi legislasi.

Selain itu mereka juga dianggap kurang memiliki keterikatan secara mengakar dengan masyarakat secara politik.

“Ini tentunya bisa diatasi dengan meningkatkan kewenangan dan kinerja DPD yang mendekatkan dan mengkanalkan aspirasi masyarakat dalam produk kebijakan," ujar pendiri yayasan pendidikan bagi anak tidak mampu ‘Civismo Foundation’ yang berniat mencalonkan sebagai anggota DPD dari DKI Jakarta, Rommy, dalam rilisnya, Jumat (3/5/2013).

"Pokok awalnya adalah mengembalikan kewenangan DPD baik secara konten di UU dan praktiknya di parlemen. Selanjutnya adalah bagaimana menyuarakan persoalan dan potret nyata di daerah agar sampai kepada produk kebijakan berupa UU atau peraturan yang menguntungkan pembangunan di daerah,” sambung dia.

Dan yang terpenting, kata Master lulusan Faculty of Arts University of Western Australia (UWA) ini, para anggota DPD ini harus mampu memfasilitasi pusat dan daerah dalam menyelesaikan persoalan otonomi daerah. Sebab, posisi anggota DPD sebagai calon perseorangan merupakan potensi yang bisa digunakan dalam menjaring input dan menggerakkan partisipasi masyarakat untuk pembangunan.

Rommy punya solusi untuk meningkatkan peran DPD ke depan agar terhubung secara emosional dengan pemilih serta memaksimalisasi peran sebagai bagian dari institusi politik di tanah air.

Pertama, mengemas tema dan isu kebijakan yang memiliki aspirasi dari daerah. Kedua, memfasilitasi dan proaktif dalam menghubungkan pusat dengan daerah dalam program percepatan pembangunan di era otonomi daerah. Ketiga, menjadi mediator dalam menyelesaikan polemik pusat dan daerah terkait persoalan otonomi daerah. Keempat, membantu memetakan potensi dan karakteristik daerah agar kebijakan nasional bisa diterjemahkan di level daerah.

"Terakhir, adalah melakukan komunikasi dan kerjasama dengan partai politik di daerah untuk memprioritaskan pembangunan di daerah berdasarkan peta potensi yang sudah dimiliki daerah," tandasnya.

Sementara itu mengenai faktor yang mendorong Rommy untuk maju sebagai bakal calon anggota DPD adalah prihatin dengan tingginya angka golput di kalangan pemuda. Betapa tidak, sebanyak 30 persen pemilih yang memutuskan golput sebagian besar adalah pemilih muda.

"Rendahnya partisipasi inilah yang mendorong saya untuk berbuat sebisa yang saya lakukan untuk merubah dari dalam dan memberi contoh yang baik pada anak-anak muda di luar sana," ujarnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement