Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

FPI: SBY Enggak Usah Lebay

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Senin, 22 Juli 2013 |08:18 WIB
FPI: SBY <i>Enggak</i> Usah <i>Lebay</i>
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

DEPOK - Front Pembela Islam (FPI) menanggapi sinis kecaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kerusuhan di Kendal, Jawa Tengah.

FPI menilai Presiden SBY seharusnya lebih peka terhadap nasib rakyat terkait kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ketimbang menanggapi isu bentrok FPI di Kendal tersebut.

Ketua FPI Depok Habib Idrus Algadri mengatakan, pernyataan Presiden SBY yang menilai FPI mencederai umat islam terlalu berlebihan. Idrus mengatakan, Presiden SBY justru membuat rakyat semakin susah dengan kenaikan harga bahan pokok.

"Berapa juta rakyat yang jadi korban kebijakannya akibat BBM naik. Jadi pembela rakyatlah, SBY enggak usah lebay," tukasnya kepada Okezone, di Depok, Jawa Barat, Senin (22/07/2013).

Idrus menambahkan banyak rakyat sengsara di bulan Ramadan saat ini ditambah beban biaya yang meroket dan persiapan anak masuk tahun ajaran baru.

"Lihat berapa juta rakyat menjadi sengsara akibat kenaikan BBM, yang berdampak harga sembako naik meroket, belum lagi orangtua yang akan memasukkan anaknya ke sekolah. Banyak rakyat sudah jatuh ketiban tangga lagi," tegasnya.

FPI, kata Idrus, mengaku tidak takut dicap sebagai ormas pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab, kata dia, HAM merupakan produk Amerika Serikat (AS).

"HAM itu produknya Amerika. Logikanya sedikit para pelaku kemaksiatan tapi dampaknya merugikan masyarakat banyak," paparnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement