Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Akan Tindaklanjuti Laporan Kompolnas Soal Rekening Gendut

Tegar Arief Fadly , Jurnalis-Selasa, 10 September 2013 |12:24 WIB
Polri Akan Tindaklanjuti Laporan Kompolnas Soal Rekening Gendut
Wakapolri Komjen Oegroseno (Foto: Dede/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah merilis tiga orang calon Kapolri yang diduga memiliki rekening gendut. Namun Kompolnas tidak menyebutkan identitas tiga oknum polisi itu.

Mabes Polri pun menyambut baik terkait informasi dari Kompolnas tersebut. Selanjutnya Mabes Polri akan berkomunikasi langsung dengan Kompolnas untuk menindaklanjuti informasi itu.

"Kalau ada laporan apalagi informasi tetap harus ditindaklanjuti. Kita rapat koordinasi, di mana permasalahannya, mana yang bisa ditindaklanjuti ya kita tindaklanjuti," kata Wakapolri Komjen Pol Oegroseno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Mabes Polri sendiri telah melakukan berbagai antisipasi. Salah satunya dengan memberlakukan pelaporan harta kekayaan bagi seseorang yang baru lulus menjadi anggota Polri. Hal ini diperlukan untuk mengetahui asal-muasal harta kekayaan yang bersangkutan.

"Nanti bila perlu lulus Kepolisian harus laporkan harta kekayaan. Stuck di situ, enggak usah ragu dan takut kalau suatu saat dia ada orangtuanya yang bisnis legal, ya laporkan saja," tegasnya.

Sebelumnya, anggota Kompolnas Adrianus Meliala mengungkapkan ada tiga nama calon Kepala Polri (Kapolri) yang terindikasi memiliki rekening gendut.

Sebelumnya sudah ada sembilan calon Kapolri yang sudah menyerahkan LHKPN ke KPK. Namun dia menolak menyebutkan ketiga nama calon Kapolri yang terindikasi memiliki rekening gendut itu.

Ia mengaku Kompolnas sudah menyerahkan laporan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) dan akan diserahkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sembilan orang calon Kapolri yang telah menyerahkan LHKPN kepada KPK adalah Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri (Lemdikpol) Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Budi Gunawan dan Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Badrudin Haiti pada Jumat (26/7), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar pada Senin (22/7), Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachjunadi pada Rabu, 24 Juli lalu.

Selanjutnya Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Komjen Pol Sutarman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno pada Kamis (25/7), Kepala Divisi Teknologi Informasi Polri Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya, dan Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol Saud Usman Nasution dan Wakil Kepala Bareskrim Irjen Pol Anas Yusuf pada Senin 29 Juli 2013.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan mengganti Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo pada Agustus atau September 2013, lebih cepat dari masa pensiun Timur yaitu Januari 2014.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement