Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Video Kekerasan Murid SD

Ada di Ruangan, Guru Ngaku Tak Lihat Penganiayaan

Rus Akbar , Jurnalis-Senin, 13 Oktober 2014 |12:45 WIB
Ada di Ruangan, Guru <i>Ngaku</i> Tak Lihat Penganiayaan
Cuplikan video berjudul "Kekerasan Anak-anak SD" (sumber Youtube)
A
A
A

PADANG - Hasil investigasi Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, memastikan ada guru di ruangan saat terjadi penganiayaan siswi SD oleh lima temannya. Namun, guru berinisial Dr itu mengaku tidak melihat kekerasan tersebut.

"Pengakuannya saat kejadian itu dia tidak melihat. Sebab, saat itu sedang memeriksa tugas, serta dikerumuni siswa,” ujar Kepala Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, Erdi, kepada wartawan, Senin (13/10/2014).

Kekerasan terhadap siswi malang tersebut berlangsung di musala SD Perwari pada 18 September 2014. Musala dijadikan tempat belajar karena ruang kelas V yang biasa dipakai siswa, sedang dipakai untuk tempat rapat.

Dinas Pendidikan Bukittinggi akan melakukan evaluasi terhadap SD Perwari, termasuk meminta pihak sekolah memberhentikan guru tersebut. Dr merupakan guru SMPN 24 Koto Rambah, Kabupaten Agam, yang sedang menambah jam mengajar di SD Perwari sebagai persyaratan memperoleh sertifikasi guru.

“Kami tetap akan melakukan evaluasi terhadap SD Perwari tersebut, kemungkinan akan memberi sanksi. Sanksi itu begantung hasil penyelidikan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, video berjudul "Kekerasan Anak SD" diunggah ke Youtube oleh akun Bukittingi Info pada 11 Oktober 2014. Video berdurasi 1 menit 52 detik tersebut memperlihatkan seorang siswi SD dianiaya lima temannya di pojokan ruangan.



(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement