Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siswi Ini Kaget Ada Ajaran Boleh Membunuh

Nurul Arifin , Jurnalis-Sabtu, 21 Maret 2015 |03:54 WIB
Siswi Ini Kaget Ada Ajaran Boleh Membunuh
A
A
A

SURABAYA- Beredarnya buku yang memuat ajaran radikalisme membuat para pelajar di SMAN 2 Surabaya, Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, tercengang. Ratri Wahyuning, siswi kelas XI IPA mengaku tidak menyangka ada pelajaran seperti itu.

Ratri mengaku memang dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam di sekolah tersebut belum sampai ke bab tersebut. "Belajarnya belum sampai situ. Jadi belum sempat baca. Kami masih pada Bab 7," ujar Ratri, Jumat (20/3/2015).

Melihat buku yang dipelajari memuat ajaran tersebut, Ratri juga kaget. Terlebih lagi ada ajaran yang boleh membunuh kepada orang yang berbeda keyakinan. Menurut dia, sikap tersebut tidak benar. "Kalau ajaran disuruh membunuh jelas tidak sepakat," kata pelajar asal Kertajaya, Surabaya.

Sementara itu, hasil penelusuran Okezone dalam buku kurikulum 2013 pada Bab 10 berjudul "Bangun dan Bangkitlah Wahai Pejuang Islam". Bab tersebut dibagi menjadi dua sub bab. Pertama adalah Bab A dengan judul "Islam Masa Modern" dan sub bab B dengan judul "Tokoh Pembaharuan Islam Masa Modern".

Beberapa tokoh yang dicantumkan dalam buku tersebut banyak yang beraliran Syiah, Wahabi dan Radikal. Beberapa tokoh tersebut adalah Ayatulloh Khomaeni, Muhammad bin Abdul Wahab, Al Tahtawi, Jamaluddin Al Afghoni, Muhammad Abduh, Rosyid Ridho, Sayyid Ahmad Khan, Sultan Mahmud II dan Muhammad Iqbal.

Dan yang menjadi persoalan adalah ide dari tokoh Islam Muhammad bin Abdul Wahab yang dijelaskan boleh membunuh kepada orang yang berbeda keyakinan. Pernyataan ini terdapat di poin a yang berbunyi "yang boleh disembah hanyalah Allah dan orang yang menyembah selain Allah telah menjadi Syirik dan boleh dibunuh".

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement