Viral! Uang Rupiah & KTP Warga Mojokerto Ditemukan di Markas ISIS

INews.id, · Senin 31 Agustus 2020 23:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 519 2270522 viral-uang-rupiah-ktp-warga-mojokerto-ditemukan-di-markas-isis-BuJhk44jhD.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MOJOKERTO - Uang pecahan rupiah dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga Mojokerto ditemukan pemberontak Houthi, saat menggeledah markas atau persembunyian ISIS di Yaman. Video penggedahan itu pun viral di media sosial di tanah air.

Dalam rekaman tersebut, para pemberontak menemukan beberapa pecahan mata uang kertas rupiah. Selain itu, mereka juga menemukan bendera ISIS dan KTP milik seorang pria bernama Samsul Hadi Anwar. Identitas tersebut beralamatkan di Jalan Basket, Nomor 15 Blok N-N, Perumahan Japan Raya, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Dalam video tersebut tidak diketahui apakah pria dalam KTP tersebut ditangkap atau berhasil kabur. Namun para pemberontak Houthi terlihat menyandra sejumlah orang dan menyita peralatan komunikasi.

Atas video tersebut, aparat Polres Mojokrto pun turun mengecek lokasi untuk memastikan tempat tinggal dan nama dalam KTP tersebut. Namun, saat dicek, rumah yang sesuai dengan KTP tersebut dalam kondisi kosong.

 KTP warga Mojokerto

Rumah tersebut milik Ahmad Subhan, seorang pegawai dealer mobil yang telah pindah ke Kalimantan, sejak tahun 2009 lalu.

“Begitu video itu viral, kami langsung cek lokasi dan Dinas Kependudukan Mojokerto. Ternyata nama Samsul Hadi Anwar bukan warga Sooko,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Senin (31/8/2020).

Dony mengatakan, rumah di Japanraya, sebagaimana video penangkapan ISIS di Yaman tersebut merupakan rumah Muhammad Subhan. Namun, sejak 2009 lalu yang bersangkutan telah pindah ke Kalimantan.

“Tahun 2015 rumah sempat disewa oleh koperasi dan akhir tahun 2017 sudah tidak ada yang menempati kembali sampai hari ini. Walau begitu, penyelidikan dan pengencekan tidak berhenti sampai di sini. Kita akan cek terus,” katanya.

Belum diketahui secara pasti siapa sosok orang dalam identitas yang tertera pada KTP tersebut. Bahkan, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga memastikan bahwa Nomer Induk Kependudukan (NIK) tidak tertera nama tersebut.

“Kami sudah lacak sesuai dengan NIK dalam KTP, ternyata tidak ada nama sesuai KTP. Kami juga sudah entri tetapi, tidak menemukan nama sesuai KTP. Kalau kode provinsi, kabupaten dan kecamatan memang benar,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini