INDRAMAYU - Ratusan anggota TNI dari Komando Distrik Militer 0616 Indramayu diterjunkan untuk mengawal penyaluran air ke area pertanian yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Prajurit berseragam loreng itu dikerahkan dan ditempatkan di setiap pintu air yang rawan tindakan premanisme air dan kawasan rawan perselisihan antarpetani.
"Ada 294 personel yang disebar di setiap pintu air. Ini merupakan upaya untuk memberikan rasa aman kepada petani dan menjaga ketersediaan air dalam menghadapi ancaman kekeringan," ujar Komandan Kodim 0616 Indramayu Letkol Zaenuddin kepada Okezone, Jumat (5/6/2015).
Ia memaparkan, personel TNI itu ditempatkan mulai Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka yang menjadi titik utama penyuplai air hingga pintu-pintu air yang kondisi suplai airnya kritis.
"Kita prioritaskan area pertanian di wilayah yang ancaman kekeringannya serius. Seperti di Kecamatan Kandanghaur, Kroya, Gantar, Gabuswetan, dan Losarang," tuturnya.
Letkol Zaenuddin memerintahkan anggotanya untuk menindak tegas segala bentuk premanisme air yang berupaya menghalangi langkah kerja TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selama ini sejumlah oknum kerap memanfaatkan situasi dengan "menjual" air di pintu air untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Okezone menunjukkan bahwa lebih dari 4.303 hektare sawah petani di Kabupaten Indramayu terancam kekeringan dalam musim tanam kali ini. Kondisi itu berdampak pada terlambatnya jadwal tanam padi dan berpengaruh pada hasil panen petani. Saat ini selain bergantung pada jadwal gilir air, petani juga memanfaatkan sumur-sumur pantek untuk dapat mengairi sawahnya. (ira)
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.