Share

Diserang Hama Belalang, Warga Perbatasan NTT-Timor Leste Gelar Ritual Tolak Bala

Sefnat Besie, iNews.id · Sabtu 29 Februari 2020 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 340 2176209 diserang-hama-belalang-warga-perbatasan-ntt-timor-leste-gelar-ritual-tolak-bala-Qh1LqHxPYK.JPG Hama belalang serang warga perbatasan NTT-Timor Leste (Foto: Okezone.com/Sefnat Besie)

KEFAMENANU - Hama belalang jenis kumbara, memporak-porandakan tanaman jagung milik petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sesuai catatan hasil pendataan, ladang jagung yang dimakan hama belalang sudah mencapai 20 hektare dan tersebar di sejumlah titik di kabupaten yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

“Serangan hama belalang sudah meluas dan merusak tanaman jagung mencapai 20 hektare tersebar di beberapa titik,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Tanamn Pandan dan Holtikultura, Gregorius Ratrigis, Sabtu (29/2/2020).

Upaya Dinas Pertanian setempat saat ini ialah melakukan penyemprotan menggunakan sisa pestisida yang ada, meski jelas tidak akan menjangkau seluruh lahan jagung yang terserang hama belalang saat ini.

“Kendala yang kita hadapi saat ini adalah kekurangan pestisida pembasmi hama belalang, memang sudah ada petugas yang turun lakukan pembasmian tapi menggunakan sisa pestisida yang ada,” paparnya.

Sementara itu, Timotius Fallo, seorang petani jagung yang ditemui di kebunnya di Kampung Manufonu, Desa Wini, Kecamatan Insana Utara mengatakan, serangan hama belalang berlangsung singkat dan membuat semua tanaman jagungnya rusak hingga tak bisa dipanen.

Hama Belalang di NTT

“Ini hama masuk tidak lama dan bikin habis daun jagung. Ini jagung tidak bisa dipanen lagi,” keluh Timotius.

Sedangkan petani lainnya Markus Tanik, di Desa Humusu Wini berujar bahwa salah satu solusi untuk mengatasi hama belalang di wilayahnya ialah dengan melakukan ritual tolak bala.

“Kalau semprot hama belalang saja tidak bisa, pengalaman kami dua tahun lalu kami buat ritual adat agar hama belalang bisa menghilang dari ladang kami,” tutur Markus.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini