Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ritual Suluak Tradisi Naqsabandiyah Selama Ramadan

Rus Akbar , Jurnalis-Selasa, 16 Juni 2015 |14:53 WIB
Ritual Suluak Tradisi Naqsabandiyah Selama Ramadan
Jamaah Naqsabandiyah (Foto: Rus Akbar / Okezone)
A
A
A

PADANG - "Lah ilaha illa ila…" Lantunan tersebut berulang kali keluar dari dalam kelambu kain seukuran tubuh orang dewasa. Semakin malam suara itu semakin nyaring didengar dari dalam kelambu putih yang ditutupi sebagian kain panjang dengan motif bunga.

“Itulah tradisi Suluak yang masih kita pakai di Tarekat Naqsabandiyah. Tradisi ini akan dilakukan selama bulan puasa atau 40 hari,” kata guru Tarekat Naqsabandiyah, Mursyid Syafri Malin Mudo, di Musala Baitul Ma'mur, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Selasa (16/6/2015).

Pada tahun ini ada 13 orang yang mengikuti ritual Suluak. Mereka terdiri dari dua laki-laki dan 11 perempuan yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Sumatera Barat.

“Ada dari Solok, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan, serta dari Padang sendiri. Mereka datang itu 10 hari sebelumnya,” kata dia.

Suluak, menurut Buya Piri -sapaan akrab Mursyid Syafri Malin Mudo, mendekatkan diri dengan Allah SWT dan menjauhi segala hal duniawi. Mereka melakukan sembahyang dan zikir siang hingga malam.

“Semuanya bervariasi bergantung kemampuan mereka. Ada yang berzikir selama 10 hari, 20 hari, 30 hari, dan 40 hari, bergantung kemauan mereka,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement