WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap sebuah dokumen rahasia milik kelompok militan ISIS yang memperbolehkan anggotanya untuk mengambil organ-organ tubuh orang-orang yang mereka sebut “murtad”.
Dokumen bertanggal 31 Januari 2015 itu menimbulkan kekhawatiran Daesh, sebutan lain ISIS, melakukan panen organ tubuh untuk diselundupkan dan dijual di pasar gelap.
“Nyawa dan organ orang murtad tidak perlu dihormati dan diperbolehkan untuk diambil sesukanya,” demikian tertulis dalam dokumen yang dikeluarkan oleh Komite Penelitian dan Fatwa ISIS tersebut.
Tidak dijelaskan mengenai siapa-siapa saja yang dimaksud dengan golongan “murtad” oleh ISIS tersebut.
Fatwa Nomor 68 dalam dokumen tersebut menyatakan pengambilan organ dari seorang tawanan untuk menyelamatkan nyawa seorang Muslim diperbolehkan, meskipun hal itu menyebabkan tahanan tersebut kehilangan nyawanya.