JAKARTA - Menjadi pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Kalijodo ternyata tak mudah. Saat Okezone masuk ke dalam Kafe Mutiara, salah satu kafe yang ada di kawasan Kalijodo, terlihat bangunan tersebut sudah sepi karena ditinggal para penghuninya. Hanya barang-barang pribadi milik para PSK yang berserakan di dalam bilik-bilik kamar.
Di sudut ruangan di lantai 4, terlihat tulisan yang ditempel di dinding. Tulisan tersebut berisi aturan-aturan yang harus ditaati oleh para PSK.
"Warning, # Dilarang keluar kafe tanpa izin!!!, # Diwajibkan lapor apabila mau off !!!, # Dilarang off dengan alasan yang tak jelas!, # Diwajibkan jam 7 harus siap!!!," begitu bunyi peringatan yang diduga dibuat oleh pengelola kafe.
Peringatan keras tersebut diduga menjadi aturan baku yang harus ditaati semua PSK di kafe itu. Mereka dilarang keluar dari kafe, tak boleh libur melayani tamu, dan jam 7 malam sudah harus cantik dan seksi, sebab Kafe Mutiara hanya aktif pada malam hari.
Salah satu PSK di Kafe Mutiara bernama Ratu mengaku tersiksa menjalani kehidupan sebagai PSK. Hal itu diutarakan Ratu dalam buku diary-nya yang ditemukan di dalam sebuah bilik kamar.
Ratu bercerita harus melayani belasan tamu tiap malamnya. Di buku itu juga, Ratu menulis jika dia memiliki utang pada muncikarinya sebesar Rp3,3 juta, sedangkan pemasukannya dalam sebulan hanya Rp2 juta 76 ribu.
Ratu juga mencatatkan jumlah pria yang ia layani selama bulan Januari 2016, rata-rata Ratu melayani belasan tamu setiap harinya.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.