JAKARTA - Insiden penembakan yang melibatkan anggota Armabar, Kapten EM, bermula saat prajurit Dantim Teknis Intel itu pulang dari kantornya di Jalan Kran Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, sekira pukul 18.45 WIB.
Selanjutnya sekira pukul 20.30 WIB, ia beristirahat di warung kopi depan Gedung Pencak Silat TMII Jakarta Timur dan memesan segelas kopi serta sebungkus rokok.
"Lalu pukul 21.05 WIB, ia pulang dan membayar kopi. Saat masukin kunci mobil, tiba-tiba dikagetkan pintu mobilnya dibuka oleh seseorang dan berteriak tidak sopan, lalu dia turun balas membentak," ujar Kadispen Armabar TNI AL Letkol (Laut) Ariris Miftachurrahman saat dikonfirmasi awak media, Rabu (2/3/2016).
Namun karena Kapten EM melihat orang yang mendatanginya banyak dan memegang senjata api (senpi), sontak ia mengira tengah dihampiri oleh gerombolan begal mobil. Merasa kalah jumlah, ia pun lari ke arah Tamini Square.
"Sambil lari dia mendengar letusan senpi, lalu belok kanan dan menyiapkan senpi," imbuhnya.