SURABAYA - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur marah saat dimintai komentarnya soal siapa calon presiden yang layak memimpin Indonesia 2009 mendatang.
Ini terjadi saat Gus Dur baru saja menjadi salah satu orator dalam Deklarasi Komite Bangkit Indonesia Jawa Timur di Convention Hall Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya, Kamis (22/11/2007).
Seperti biasa, usai deklarasi para wartawan mengejar Gus Dur untuk dimintai komentarnya soal pemimpin yang akan datang. Para wartawan bertanya kira-kira pemimpin seperti apa yang dibutuhkan Indonesia yang akan datang.
"Pemimpinnya harus orang yang berani menjalankan arah pembangunan yang betul. Sekarang kan keliru semua. Kita sangat bergantung kepada orang lain. Pemimpin ke depan harus berubah," kata Gus Dur.
Gus Dur menambahkan jika figur pemimpin yang semacam itu sudah ada, namun dia enggan untuk menyebutkan nama. "Saya tidak mau sebut nama. Terserah siapa pun. Saya tidak mau sebut nama," kata Gur Dur.
Penasaran dengan jawaban Gus Dur seorang wartawati mengejar kira-kira siapa. "Saya tidak mau! Kok ngotot sih Mbak! Ayo jalan," kata Gus Dur dengan nada tinggi. Spontan wartawan yang mengerubutinya langsung buyar.
Deklarasi Komite Indonesia Bangkit banyak dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Rizal Ramli, Franky Sahilatua, Moeslim Abdurrahman, dan sejumlah tokoh muda lainnya.
(Nurfajri Budi Nugroho)