JAKARTA - Komisi III DPR akan mencecar calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seputar kabar katabelece (surat sakti) dari pejabat maupun mantan pejabat. Anggota Komisi III DPR Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, persoalan tersebut harus diungkap tuntas dalam fit and proper test yang akan dimulai hari ini. Dia mengatakan, dalam seleksi Capim KPK seharusnya steril dari upaya lobi-lobi. Sebab, kalau itu yang terjadi akan mempengaruhi independensi KPK.
"Kalau memang ada yang menggunakan katabelece berarti calon itu mempunyai ketergantungan kepada seseorang. Hal ini menunjukkan kalau mereka tidak independen. Jika itu yang terjadi, kami khawatir dalam mengusut kasus korupsi akan tebang pilih," kata Lukman ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu malam (2/12/2007).
Ketua Fraksi PPP ini menjelaskan, kabar seputar katabelece menjadi fokus perhatian komisi yang membidani masalah hukum tersebut. Meski demikian, pihaknya mengaku belum mengetahui secara detail dugaan kasus tersebut. "Saya sudah mendengar, tapi belum tahu nama-nama capim yang berupaya menggunakan katebelece," tandasnya.
Lukman mengaku telah berkoordinasi dengan anggota Komisi III lainnya untuk memperdalam persoalan itu. Hanya, dia enggan membeberkan hasil koordinasi yang dilakukan. "Nantilah Anda bisa lihat sendiri dalam fit and proper test," jelas anggota Pansus RUU Pemilu ini.
Seperti diberitakan, Komisi III DPR mencium ada indikasi sejumlah capim KPK mencari sponsor. Bahkan, Sejumlah capim KPK diduga memobilisasi dukungan dari pejabat dan mantan pejabat. Bentuk dukungan itu diduga berupa katabelece untuk mempengaruhi Komisi III dengan meloloskan calon tertentu.
(Fitra Iskandar)