JAKARTA - Komisi III DPR akan mempertanyakan kebenaran adanya surat sakti untuk meloloskan para calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sempat tersiar kabar, katabelece itu merupakan pesanan para pejabat dan mantan pejabat.
"Kita akan tanyakan soal rumor itu," ujar Anggota Komisi III DPR Arbab Paproeka kepada okezone, di sela-sela uji kepatutan dan kelayakan kepada Amin Sunaryadi, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/12/2007)
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini justru membantah adanya pesanan dari para pejabat untuk meloloskan salah satu capim KPK. Menurutnya, fit and proper test yang dilakukan Komisi III DPR ini adalah mekanisme penjaringan yang sangat tepat.
"Ini adalah arena yang objektif untuk menilai 10 orang ini siapa yang paling punya peluang untuk dipilih," ujarnya lagi.
Seperti diwartakan, Komisi III DPR mencium ada indikasi sejumlah capim KPK mencari sponsor. Bahkan, Sejumlah capim KPK diduga memobilisasi dukungan dari pejabat dan mantan pejabat. Bentuk dukungan itu diduga berupa katabelece untuk mempengaruhi Komisi III dengan meloloskan calon tertentu.
Â
(Ismoko Widjaja)