Penutupan Masjid Ahmadiyah di Kuningan Didomplengi Ormas Islam

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis
Kamis 13 Desember 2007 14:58 WIB
Share :

JAKARTA - Salah seorang pengurus kelompok Ahmadiyah, Mubarik, menduga penutupan masjid dan musala milik Ahmadiyah di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat didompelngi organisasi massa yang menamakan diri Islam.

"Massa yang menamakan diri Kelompok Masyarakat Muslim Kabupaten Kuningan yang dimotori Gerakan Anti Ahmadiyah (Gerah) tiba-tiba mengultimatum Pemkab Kuningan untuk menutup masjid dan musalah tersebut," ujar Mubarik saat berbincang-bincang dengan okezone, Kamis (13/12/2007).

Dia menjelaskan, kebenaran informasi tersebut didapatnya setelah Kejaksaan Negeri Kuningan mendapat surat ultimatum dari kelompok tersebut tertanggal 10 Desember.

"Surat itu ditandatangani 17 orang yang berisi ultimatum kejari untuk segera menutup masjid dan musala milik kita (Ahmadiyah). Jika tidak dilaksanakan, maka kelompok itu akan membumihanguskan wilayah tersebut," paparnya.

Alhasil, lanjut dia, hari ini petugas Satpol PP mendatangi fasilitas itu untuk menutup satu masjid dan dua musalah. "Kita tidak kuasa menahan. Sebagai warga negara yang baik, kita mengalah," imbuhnya.

Tidak Takut Ancaman

Mubarik menambahkan, sebenarnya warga Ahmadiyah tidak takut dengan ancaman dan tekanan yang dilakukan berbagai kelompok islam.

"Karena di Kabupaten Kuningan sendiri, warga Ahmadiyah ada 3.500 lebih. Jadi secara fisik kita tidak takut, namun sebagai warga negara yang baik kita menjalani peraturan yang ada," tandasnya.

Dirinya berharap, ke depan seluruh masyarakat dapat menerima Ahmadiyah sebagai keberagaman Indonesia.

"Kita hanya meminta seluruh lapisan masyarakat dapat menerima Ahmadiyah sebagai bentuk keberagaman Indonesia. Lagi pula, dalam UU kebebasan beribadah dan beragama dijamin," harapnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya