TEGAL - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Tegal menyatakan wilayah perairan Laut Jawa tidak aman. Penyebabnya, awan-awan Cummulus Nimbus (CB) terlihat merata menyebar di atas perairan. Kondisi ini rawan memicu terjadinya hujan badai guntur yang sewaktu-waktu dapat menggulung perahu dan kapal.
Hasil pemantauan BMG Tegal, konsentrasi awan-awan CB terlihat memenuhi Laut Jawa bagian barat, persisnya di sekitar Selat Karimata dan pesisir barat Sumatera. Awan cikal bakal badai ini bahkan menyebar hingga perairan Cirebon dan Semarang.
Ombak memang relatif aman untuk aktivitas melaut. Hanya saja, ancaman hujan badai guntur akan memicu gelombang tiba-tiba naik menjadi 2-3 meter. Kecepatan angin badai ini bisa sampai 40 knot, sanggup membalik perahu nelayan.
"Sangat berbahaya," tandas Kepala BMG Tegal, Agus Hadi Utomo, kepada sejumlah wartawan, Jumat (14/12/2007).
Menurut Agus, badai guntur kerap muncul setelah siang hingga sore hari, atau menjelang pagi hari. Kemunculannya, bisa tiba-tiba, dalam waktu relatif singkat, namun teramat berbahaya. Badai yang didahului dengan penumpukan awan CB ini sendiri membutuhkan waktu antara 4-6 jam sejak tumbuh hingga menjadi dewasa.
"Angin puting beliung di laut hanya bertahan tidak lebih dari lima menit tetapi dengan kekuatan hempas yang kuat," timpalnya.
Karenanya, dia mengimbau kepada para nelayan untuk sementara waktu menghindari wilayah perairan khususnya bagian barat Laut Jawa. Atau, disarankannya, apabila cuaca di atas laut berubah memburuk, nelayan diminta segera menepi atau menjauhi kawasan tersebut.
(Nurfajri Budi Nugroho)