NGANJUK- Satu lagi benda purbakala dari kerajaan Majapahit ditemukan di Nganjuk. Sebuah patung Dewa Siwa ditemukan warga Dusun Bandaralim Desa Kademangan Kec Warujayeng dari sungai di desa itu, Sabtu (23/2/2008).
Arca Siwa berukuran tinggi sekitar 60 centimeter dan lebar 25 centimeter ini pertama kali ditemukan Basuki, warga desa setempat. Sabtu pagi kemarin, ia tak sengaja mendapati benda keras saat mandi disungai Widas bersama temannya, Agus Salim. Benda yang berada di dasar sungai itu kontan saja membuat dua pria in penasaran. Keduanya lantas mencari benda yang dianggap aneh itu.
''Waktu saya berenang dtengah sungai, tiba-tba kaki kiri saya kesandung benda keras. Saya cari benda itu, ternyata sebuah arca,'' kata Basuki.
Mendapat benda yang asing baginya, dua pemuda ini lalu melaporkan penemuannya ke polsek setempat. Petugas pun langsung mengamankan benda temuan Basuki ini. Beberapa saat kemudian, benda cagar budaya tersebut langsung diamankan di museum Anjuk Ladang Kab Nganjuk.
Sebelum diamankan, aca Siwa ini menjadi tontonan bagi warga setempat. Apalagi, ukuran arca yang terbilang besar, dan dalam kondisi yang masih utuh. Guratan-guratan arca masih tampak jelas terlihat, begitu juga dengan warna khas barang kuno yang mengesankan jka benda tersebut berumur ratusan tahun. ''Saya rela benda diambil, karena benda tersebut memang milik negara,'' tukas pemuda berumur 14 tahun itu.
Kendati ia mengaku pasrah jika barang temuannya nanti akan disimpan di museum Anjuk Ladang, namun Basuki juga tetap berharap jika BP3 memberi sekedar tali asih atas temuannya tersebut. ''Kalau diambil ya nggak apa-apa. Tapi lebih baik lagi jika kami juga diberi imbalan,'' kelakarnya.
Marijo, salah sattu petugas dari museum Anjuk Ladang mengatakan, dilihat dari bentuknya, arca Siwa temuan Basuki ini diperkirakan dibuat pada masa kerajaan Kediri atau awal Kerajhaan Majapahit. Hal ini mnurutnya, dikuatkan dengan ciri-ciri arca yang bertangan empat dengan tasbih disebelah kanan serta kampak dtangan kiri. ''Yang jelas benda ini merupakan benda cagar budaya. Dan diperkirakan dibuat pada masa dua kerajaan itu,'' terang Marijo.
Dia juga memprediksi, ada kemungkinan, sesuai dengan namanya, di desa ini terdapat kerajaan yang bernama Bandar Alim. Untuk lebh jelas asal muasal benda tersebut, phaknya akan melakukan penelitan ulang dengan dibantu petugas dari BP3 Trowulan. ''Temuan in akan kami koordinasikan dengan BP3 Trowulan. Karena sekarang masih hari libur, kemungkinan Senin depan kita akan lakukan penelitan di tempat penemuan, dan juga bendanya,'' tukas Marijo.
Imam Syafi, salah satu warga mengaku, di desanya tersebut kerap kali ditemukan benda-benda bersejarah. Sebelumnya, lanjut dia, benda bersejarah berupa penumbuk padi dan lempengan arca juga ditemukan warga. Ia juga menyakini jika dwilayah Desa Kademangan merupakan situs peninggalan senopat Bandar Alim. ''Kemungkinan tempat tinggal Senopati Bandar Alim juga berada di tempat ini. Hanya saja, tempatnya yang masih belum bisa ditemukan,'' ujar Imam yakin.
Kapolsek Tanjunganom, AKP Pramono mengatakan, sementara benda temuan Basuki tersebut diamankan pihaknya ke museum Anjuk Ladang hingga ada kepastian dimana benda tersebut akan dipajang. Da meminta kepada warga setempat untuk membertahukan setiap enemuan benda cagar budaya di wilayah itu. ''karena keberadaannya dilindungi undang-undang. Dan masih ada kemungkinan jika bneda-benda serupa masih banyak yang teringgal di daerah ini,'' terang Pramono.