Lagi, Benda Purbakala Ditemukan Warga Nganjuk

Tritus Julan, Jurnalis
Senin 25 Februari 2008 16:58 WIB
Share :

NGANJUK -Sungai Widas di Desa Kademangan, Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk, Jawa Timur kembali menguak keberadaan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Sebuah arca Yoni yang disinyalir menjadi rangkaian situs Kerajaan Majapahit itu kembali ditemukan warga setempat, Senin (25/2/2008) siang.

Kali ini, arca Yoni berdimensi 30 x 30 x 20 sentimeter itu ditemukan Agus Santoso (29), saat dia mandi di sungai yang berkedalaman sekitar dua meter itu.

Seperti penemuan sebelumnya, benda yang terbuat dari batu kuno itu tersangkut di kakinya saat pemuda ini mandi.

"Saat kaki saya menginjak dasar sungai, ada ganjalan berupa benda keras. Ternyata, benda itu seperti benda kuno lainnya," sebut Agus sesaat setelah menemukan Yoni.

Niat Agus untuk menyerahkan banda cagar budaya ini kembali dia tunjukkan. Seketika itu dia melapor ke aparat desa yang selanjutnya diteruskan ke kepolisian dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah (Disparbuda) setempat.

Tak lama setelah itu, polisi dan petugas Disparbuda langsung meninjau lokasi penemuan Yoni.

Setelah diteliti beberapa saat, petugas Disparbuda kembali memutuskan untuk mengamankan Yoni ini ke  museum Anjuk Ladang Nganjuk.

Permintaan petugas Disparbuda untuk mengambil alih benda ini sebelumnya mendapat perlawanan dari Agus. Ia menilai jika selama ini tiga benda bersejarah hasil temuannya, belum mendapat imbalan dari Disparbuda. Sehingga, dia keberatan jika benda peninggalan Kerajaan Majapahit itu diminta kembali.

"Keberatan pak, seharusnya saya diberi imbalan. Karena untuk mendapatkan benda itu, butuh keberanian untuk menyelam di sungai yang berarus deras dan lebar itu," keluh Agus di hadapan dua petugas dari Disparbuda.

Namun tak bertahan lama, Agus melepas barang temuannya itu setelah petugas Disparbuda menjanjikan imbalan atas temuannya tersebut.

"Kita akan tetap proses benda ini untuk dilakukan penelitian selanjutnya dengan melibatkan BP3 Trowulan. Kalau memang benda ini tergolong cagar budaya, pasti akan kita berikan imbalan," janji Achmad Zaini, Kasi Kebudayaan Disparbuda Nganjuk.

Dari penelitian awal pihaknya, Yoni temuan Agus ini diperkirakan merupakan serangkaian tempat pemujaan pada masa Kerajaan Majapahit. Hal ini diperkuat dengan benda-benda yang ditemukan sebelumnya di tempat yang sama, sepekan sebelumnya.

Yoni ini diyakini menjadi salah satu benda untuk melengkapi arca lainnya, yakni Dewa Syiwa dan beberapa peralatan lain yang ditemukan.

"Benda ini untuk pelengkap tempat pemujaan. Biasanya, dalam satu tempat pemujaan, terdapat patung Dewa Syiwa, Ganesha, Linggo dan Yoni, serta arca Purwati," terang Zaini.

Lebih jauh dikatakan Zaini, besar kemungkinan di sekitar tempat penemuan benda itu terdapat situs Kerajaan Majapahit, mengingat adanya rangkaian tempat pemujaan tersebut.

Selain itu, dia meyakini jika di tempat tersebut pernah singgah salah satu istri raja. "Setiap ada tempat pemujaan, di situ selalu ada istri raja," tukas pria berkaca mata ini.

Untuk menguak misteri penemuan warga ini, dia akan mendatangkan tim dari BP3 Trowulan untuk meneliti lebih jauh rangkaian benda cagar alam yang ditemukan warga itu.

"Besar kemungkinan masih ada benda lainnya, termasuk patung Ganesha dan arca Purwati yang merupakan rangkaian, dan belum ditemukan sampai saat ini," katanya.

Ia memasitkan, besok pihak BP3 akan datang ke lokasi penemuan. Pasalnya, penemuan sebelumnya telah dikoordinasikan dengan BP3. Dan hasilnya, BP3 ingin melakukan penelitian lebih lanjut di tempat itu, termasuk sungai dan persawahan tempat peninggalan benda cagar budaya itu ditemukan.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya