LOMBOK- Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dianggap melakukan kelalaian dalam menyelenggarakan Ujian Nasional (UN). Indikasinya, pada hari pertama pelaksanaan ujian ini, terjadi keterlambatan pembagian lembar soal kepada sekolah karena masalah percetakan kertas.
"Lembar soal yang seharusnya sudah kita terima, nyatanya belum. Dan lembar soal itu dalam bentuk foto kopi, meski memang foto kopi itu memenuhi prosedur," kata guru SMU di Kabupaten Lombok Tengah berinisial NE kepada okezone.
Masalah itu kemudian menjadi pertanyaan serius bagi para pengajar. Misalnya, muncul pertanyaan apakah Dinas Pendidikan Nasional Provinsi NTB betul-betul melakukan penghitungan jumlah naskah yang dikerjakan oleh kontraktor (pihak ketiga yang mendapat proyek mencetak lembar soal).
"Ataukah persoalan ini memang tidak bisa diatasi oleh Dinas Pendidikan dalam mensuplai soal? Artinya, apakah ada human error-nya yang dilakukan dinas?" kata dia.
Mengenai penggandaan lembar soal UN yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi NTB, NE mengatakan bahwa prosedur yang ditempuh pemerintah daerah sudah benar. Sebab, saat proses penggandaan soal sudah diawasi tim independen dan aparat kepolisian.
Namun, mengenai persoalan keterlambatan distribusi sehingga pelaksanaan UN di hampir seluruh provinsi molor hingga berjam-jam, hal itu yang tidak dapat dimengerti para guru.
"Persoalan di sini adalah ketidaksiapan panitia provinsi atau kabupaten dalam suplai dan mencetak soal. Artinya, yang harus bertanggungjawab adalah CV atau yang mengerjakan proyek. Penunjukannya oleh siapa?," katanya.