SURABAYA - Meski sudah mengaku bersalah atas tragedi zakat Pasuruan karena merasa kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya, Kapolda Jatim Irjen Polisi Herman S. Sumawiredja tidak mau disalahkan sendirian. Herman menyesalkan sejumlah pihak yang dinilai cuek saat kejadian termasuk para wartawan.
"Saya melihat kameramen yang mengambil gambar terkesan membiarkan kejadian tersebut. Demi gambar dia mengabaikan apa yang dialami warga. Jadi mana yang lebih mahal sebenarnya, menolong orangnya atau mengambil gambar," ujar Herman di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (19/9/2008).
Kendati demikian, Herman menyadari akan tanggung jawab seorang jurnalis dalam menyajikan berita. Oleh karenanya, dia mewajarkan para wartawan yang terlalu serius mengambil gambar hingga mengabaikan perhatian kepada para korban.
"Selain itu, ada juga beberapa pihak di TKP yang sebenarnya dia dapat melakukan pertolongan seperti membukakan pagar atau yang lainnya. Tetapi mereka malah menutup pintu masjid sehingga warga kehabisan nafas karena sesak," tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Herman juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menewaskan 21 orang tersebut. Dia mengaku, anak buahnya dari Polresta Pasuruan kurang sigap dalam mengantisipasi kejadian.(teb)
(M Budi Santosa)