BANTUL - Sri Sultan Hamengku Buwono memberikan sinyal hijau untuk maju dalam bursa calon Presiden dalam Pemilu Presiden 2009 mendatang. Sinyal hijau Sultan untuk maju Pilpres dinyatakan saat 500 lebih perwakilan elemen masyarakat di DIY menghadap Sultan di Keraton Kilen, Selasa (14/10) malam.
"Dalam pertemuan dengan Sultan, elemen masyarakat di DIY meminta agar Sultan maju menjadi Capres dan sikap Sultan sendiri menyatakan siap untuk melaksanakan amanat masyarakat," ujar Fatoni Rustam Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Bantul, Rabu (15/10/2008).
Menurutnya, pernyataan resmi dari Sultan tentang kesiapannya dicalonkan menjadi Capres baru akan diucapkan saat pisowanan agung pada tanggal 28 Oktober mendatang yang rencananya akan diikuti oleh ratusan ribu warga DIY dan sekitarnya.
"Pernyataan 'Yes atau No'-nya akan disampaikan oleh Sultan saat pisowanan agung digelar 28 Oktober 2008 mendatang. Namun dalam pertemuan tadi malam Sultan sudah menyatakan siap melaksanakan amanat masyarakat yang menginginkan maju dalam bursa Pilpres," tandasnya.
Lebih lanjut Fatoni Rustam juga menyatakan, Sultan juga telah memberi restu akan rencana pisowanan agung yang akan digelar di alun-alun utara keraton Yogyakarta serta beliau meminta waktu 14 hari sebelum pisowanan agung untuk berpikir, merenung dan berkonsultasi dengan keluarga terkait dengan dukungan beliau untuk maju Capres 2009 mendatang.
"Yang jelas Sultan sudah merestui rencana pisowanan agung tersebut, sedangkan sisa waktu 14 hari untuk merenung dan berkonsultasi elemen masyarakat sudah optimis beliau akan siap melaksanakan amanat rakyat," tandasnya.
Kesedian Sultan maju dalam bursa Capres 2009 juga diungkapkan oleh Rujito perwakilan masyarakat pesisir yang menegaskan sikap Sultan bersedia untuk dicalonkan menjadi Capres.
"Saya duduk di barisan depan dan sangat jelas mendengar pernyataan Sultan yang bersedia untuk melaksanakan amanat rakyat untuk maju Capres jika rakyat memang menghendakinya," ungkapnya.
Lebih lanjut Rujito menyatakan dalam pertemuan dengan Sultan tidak dibahas masalah ganjalan UU Pemilihan Presiden yang mengganjal untuk maju dalam pilpres karena harus mundur dari jabatan Gubernur DIY.
"Kalau masalah RUU Pilpres yang nantinya dapat mengganjal Sultan maju Capres tidak dibahas, yang dibahas hanyalah rencana pisowanan agung dan dukungan Sultan maju dalam bursa Pilpres 2009 mendatang," pungkasnya.
(M Budi Santosa)