Pengakuan Andaryoko Dibuktikan Besok

Solichan Arif, Jurnalis
Jum'at 31 Oktober 2008 22:06 WIB
Share :

BLITAR - Andaryoko Wisnuprabu yang mengaku sebagai pahlawan PETA bernama Suprijadi besok akan tiba di Kota Blitar. Kedatangannya bukan untuk bertemu keluarga Suprijadi, melainkan untuk membedah buku yang berjudul Mencari Suprijadi: Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno. Kehadiran Andaryoko di bumi proklamator ini akan dikawal satu peleton polisi.Â

Kapolresta Blitar AKBP Yosafat mengatakan, pengamanan bersifat terbuka dan tertutup. Menurut dia jumlah satu peleton ini sudah lebih dari cukup mengingat tidak ada informasi atau indikasi bakal terjadinya tindakan anarkis.

"Pasukan yang dilibatkan berasal dari reserse dan intel. Jumlah yang kita siagakan lebih dari cukup. Semuanya bakal berjalan lancar dan tidak ada indikasi yang mengarah pada gerakan anarkis," ujarnya kepada wartawan, Jumat (31/10/2008).Â

Sementara itu, Ketua Panitia acara Farhan Mahfudi mengatakan, acara bedah buku akan dilaksanakan di Perpustakaan Nasional Bung Karno di Komplek Makam Bung Karno, Bendogerit, Sanawetan, Blitar. Rencananya Andaryoko akan datang bersama penulis buku Baskara T Wardaya.

Sosok Andaryoko sempat mengeluarkan pernyataan kontroversi kepada media saat dirinya mengaku sebagai Suprijadi. Dengan digelarnya acara ini, kata Farhan, akan mengungkap kebenaran sejarah terkait sosok Suprijadi.

"Untuk itu, adik Suprijadi yang masih hidup akan  kita undang untuk mendengarkan sendiri penjelasan Pak Andaryoko. Pak Andaryoko bersedia untuk datang karena dijamin keamanannya," tandas Farhan.

Sebelumnya, pada Agustus 2008 menjelang peringatan HUT RI, tiba-tiba dikejutkan munculnya sosok yang mengaku sebagai Suprijadi, pahlawan PETA yang sejarahnya masih misterius. Dia adalah Andaryoko Wisnuprabu warga  Jalan Mahesa Raya, Pedurungan, Semarang. Kejadian ini memaksa Pemkot Blitar membentuk Tim Pencari Fakta Suprijadi.

Untuk memastikan itu, Pemkot Blitar sempat menggelar lokakarya dengan mendatangkan Andaryoko pada 10 September 2008 lalu. Pemkot juga menghadirkan  saksi-saksi sejarah, keluarga, termasuk bukti-bukti dokumen, foto dan saudara Suprijadi. Namun undangan Pemkot Blitar ini ditolak Andaryoko dengan alasan keamanan.

Apakah Andaryoko itu adalah Suprijadi? Kita nantikan saja...

(TB Ardi Januar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya