Mendagri Titip Soal Perbatasan ke Gubernur Kaltim

Amir Sarifudin , Jurnalis
Rabu 17 Desember 2008 13:51 WIB
Share :

SAMARINDA - Selain persoalan Kesejahtraan Masyarakat Kalimantan Timur yang menjadi Amanah bagi Gubernur Terpilih Awang Faroek- Farid Wadjdy, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto juga menitipkan sejumlah persoalan yang harus diselesaikan Pimpinan Kaltim yakni persoalan kekosongan pejabat Bupati Kutai Kartanegara dan masalah Perbatasan Kalimatan.

Kepemimpinan di Kabupaten Kutai Kartanegara hingga kini dijalankan oleh Sekretaris kabupaten, untuk memperlancar pembangunan di sana Mendagri juga telah meminta kepada Gubernur Kaltim Awang Farouk agar segera menunjuk pejabat sementara terkait, Bupati Kutai Kartanegara Syaukani AR dan wakil Bupati Syamsuri Aspar ditahan KPK karena terlibat kasus korupsi.

Hal ini dilakukan agar pengesahan APBD segera mungkin dapat dilakukan agar proses pembangunan baik infrastruktur maupun masyarakat tidak terhambat.

"Untuk Kutai Kartanegara, saya sudah perintahkan Awang Farouk untuk segera menunjuk pejabat sementara di sana agar APBD segera diselesaikan," tambahnya.

Sementara Persoalan Peratasan Kalimantan dengan Malaysia, Mendagri berharap agar Kaltim lebih banyak berperan ikut mendorong penyelesaian persoalan perbatasan yang dinilai masih kompleks.

"Harapan saya pada pasangan ini dapat membangun daerah lebih baik. Pembangunan dan kemasyarakatan termasuk utamanya wilayah perbatasan juga merupakan hal kompleks.

Saat ini menurut Mendagri, Pemerintah baru mengeluarkan  UU 43 tahun 2008 tentang wilayah Negara. Di dalam wilayah Negara itu PP mengharuskan membentuk badan yang kordinasi pengelolaan perbatasan.

"Saya berharap Kaltim untuk lebih banyak berperan bagaimana bentuk lembaga, system dan prosedurnya hingga nanti menyatu dengan langkah dengan  pusat dalam menata wilayah perbatasan. Memang dukungan pusat banyak tersebar tapi mungkin belum dirasakan terkoptasi dengan baik," ungkap Mendagri usai pelantikan Gubernur Kaltim Rabu pagi (17/12.2008) di gedung DPRD Kaltim Jalan Karang Paci Samarinda.

Rapat paripurna istimewa DPRD Kaltim dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kaltim Herlan Agussalim dan pengambilan sumpah Gubernur terpilih dilakukan oleh Mendagri yang duduk di bagian depan pimpinan sidang diapit oleh Gubernur terpilih dan pimpinan DPRD Kaltim.

Pelantikan dimulai pada pukul 8.30 Wita dihadiri oleh 1.500 undangan, di antaranya seluruh kepala deaerah Kalimantantan Timur dan sejumlah tokoh politik seperti Akbar Tanjung, Ketua PPP Suryadarma Ali, Wismoyo Arismundar, Eros Djarot, Sys NS, dan Pangdam Tanjung Pura Mayjen Tono Suratman, serta Kapolda Kaltim Irjen Pol Andi Masmiat.Hadir pula mantan-mantan Cagub kaltim yakni Ahmad  Amins, Jusuf SK, Nursyirwan yang didampingi istri.

Dalam sambutannya, Mendagri Mardiyanto mengucapkan rasa terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur dan para calon Gubernur serta pejabat Gubernur Kaltim Tarmizi A Karim karena telah sukses melakukan kegiatan demokrasi dengan baik.

"Saya melihat ini pembelajaran politik yang sangat luar biasa untuk itulah saya sampaikan ucapakan terima kasih. Harapan saya pada pasangan ini, Kaltim ini dapat membangun daerah lebih baik utamanya dalam penanganan wilayah perbatasan.

Sementara itu, penjagaan dipintu masuk gedung DPRD Kaltim dilakukan sangat ketat, dijaga sekitar 600 personel polisi dari Poltabes dan Brimob Polda Kaltim.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya