JAKARTA - Wendyansah Sitompul, salah satu dokter yang meninggal dalam kecelakaan kapal di Papua akan mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan. Pengharaggan itu diberikan karena pengabdian dan pengorbanannya yang lebih mendahulukan keselamatan penumpang lain dari pada dirinya.
Pada 13 Januari lalu dalam perjalanannya di Perairan Arafuru menuju Asmat dengan menumpang KM Risma, kapal yang ditumpaginya karam. Saat kejadian nahas itu, Wendy memberikan pelampungnya kepada para penumpang lainya.
Sementara korban dan dua dokter lainnya yaitu dr Hendy Prakoso dan dr Boyke Mowoka naik sekoci tanpa mengenakan pelampung. Akibat cuaca buruk dan dihamtam ombat besar setinggi 5 meter, sekoci yang mereka tumpangi tenggelam. Hingga kini, dua dokter lainnya belum ditemukan.
Menurut kakak korban, Papay Sitompul, saat ini berlangsung penyerahan jenazah ke keluarga di rumah duka RSPAD, yang juga dihadiri Menkes Siti Fadilah Supari. Dokter kandungan ini akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas pengabdiannya. Â
Papay menuturkan, kakaknya berangkat dari Jakarta pada 5 Januari dan tiba di Timika pada 6 Januari.
"Keberangkatan tim menggunakan kapal pengangkut kebutuhan pokok KM Risma Jaya menuju Asmat karena tidak ada kapal. Di Perairan Arafuru kapal tenggelam karena diamuk gelombang tinggi," paparnya, Minggu (1/1/2009).
Menurut dia, Wendy meninggalkan istri bernama Lidia Purba, seorang putri Rashel (4,5) dan seorang putra Reiner (3). Jenazah akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa atas permintaan istrinya agar dekat dengan makam mertuanya.
"Sebelum dimakamkan ada penyerahan penghargaan, karena korban telah mendahulukan para penumpang untuk naik ke kapal penyelamat dan rela memberikan pelampung ke penumpang lain sehingga naik sekoci tanpa pelampung," papar Papay.
Dia menambahkan sekira pukul 14.00 WIB, jenazah Wendy akan disemayamkan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sebelum ditempatkan diperistirahatannya yang terakhir. Juga ada acara kebaktian Minggu dan acara adat manjalo hula-hula dan dialaman menyertai prosesi pemakamannya.
Wendy menempuh kuliah di Fakultas Kedokteran UI tahun 1994-2002. Bertugas di Puskesmas Asmat sejak tiga tahun lalu. Wendy ke Jakarta setelah merayakan Natal dan Tahun Baru bersama istri dan anaknya.
(Dadan Muhammad Ramdan)