JAKARTA - Pasca terjadi banjir beberapa waktu lalu warga mulai terjangkit penyakit demam berdarah (DBD) dan diare. Korban penyakit DBD dan diare mulai memadati sejumlah rumah sakit (RS) rujukan pemerintah.
Seperti yang terpantau di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, pasien mulai memenuhi ruang-ruang khusus pasien demam berdarah di lantai 4 dan lantai 8 RS itu. Sebanyak 32 pasien DBD, dengan rincian 19 pasien dewasa di lantai 8 dan 13 anak-anak dirawat di lantai 4. Sedangkan 32 pasien lainnya terdaftar sebagai pasien penyakit diare.
Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Koja Dr Carolinne Sulaksito Mars mengatakan sejak Januari memang terdapat tren peningkatan pasien DBD dan diare. "Khususnya dari lingkungan yang rawan banjir," ungkapnya, Selasa (3/2/2009).
Saat ini pasien tersebut sedang menjalani perawatan. Jumlahnya terus berubah-ubah setiap hari.
Seorang warga Tipar Timur, Semper Barat, Jakarta Utara, Ali, 37, dirawat karena mengidap demam berdarah sejak Jumat 30 Januari lalu. Menurutnya lingkungan tempat dia tinggal sempat dilanda banjir beberapa waktu lalu, namun dia terkejut karena sebelumnya tidak ada pengidap demam berdarah di lingkungan sekitarnya.
Dia juga mengaku pelayanan terhadap dirinya sebagai keluarga miskin (gakin) tidak berbelit-belit. "Penangan pasien gakin (keluara miskin) tidak dibedakan dan saya rasa sudah cukup baik," ungkapnya.
Dia juga berterima kasih kepada pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada keleuarga miskin.
Sedangkan bagi Satiri, 44, warga Lagoa, Koja, Jakarta Utara, yang dirawat sejak Minggu 1 Februari lalu, mengaku keluarganya cukup menunjukan kartu surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari RT dan kartu identitasnya untuk mendapat penanganan segera. "Saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Apalagi penanganannya juga tidak dibedakan," ungkapnya.
Carolinne menambahkan pihaknya menghimbau masyarakat yang terkena demam berdarah atau diare juga membawa surat pengantar dari posko banjir yang menyatakan pasien terkena musibah banjir. Dengan demikian, menurutnya pasien tersebut bisa segera ditangani tanpa mengalami kendala.
Kasus DBD di Jakarta Utara sepanjang 2008 mencapai 3.841 kasus dengan korban meninggal sebanyak lima orang. Kawasan yang tertinggi adalah Tanjung Priok mencapai 1.105 kasus demam berdarah, dilanjutkan dengan kawasan Kelapa Gading mencapai 638 kasus.
Di RS Pasar Rebo, Jakarta Timur, pasien demam berdarah yang tercatat sedang mengalami perawatan mencapai 27 jiwa. Sebanyak 15 pasien dewasa dan 12 pasien anak-anak. Tingginya angka ini menurut Humas RS Pasar Rebo Desro Rifani belum bisa dikateogrikan sebagai kejadian luar biasa.
"KLB akibat demam berdarah dinyatakan bila RS sudah mencapai angka 40 pasien," ungkapnya. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap waspada memasuki musim penghujan ini.
Dari catatan RS yang menjadi rujukan pasien dari berbagai wilayah ini, tercatat 926 pasien yang berobat dari wilayah DKI sedangkan 441 penderita dari luar DKI tahun lalu. Menurut Desro, musim penghujan pada April-Mei masih bisa ada peningkatan kasus DBD.
(Hariyanto Kurniawan)