Bersalin Dibantu Paraji dan Bidan, Aisyah Buta

Toni Kamajaya, Jurnalis
Jum'at 20 Maret 2009 19:01 WIB
Share :

SUKABUMI - Siti Aisyah (21), seorang ibu rumah tangga asal Kampung Maya air RT02/09 Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, mengalami kebutaan setelah menjalani persalinan anak pertamanya.

Diduga penderitaan tersebut terjadi akibat kesalahan prosedur dalam proses persalinan yang ditangani seorang paraji (dukun beranak) serta bidan di kampungnya.

Penderitaan yang menimpa Siti Aisyah ini terungkap berdasarkan hasil temuan Tim kedokteran Posko Pengobatan yang didirikan Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning.

Untuk mengantisipasi kebutaan permanen, Jumat siang (20/3/2009), Siti Aisyah dirujuk ke RS Mata Cicendo, Bandung. Sejauh ini, kasus dugaan kesalahan penanganan itu belum ditangani pihak kepolisian.

Menurut Siti Aisyah,  sebelum atau pada saat proses persalinan berlangsung kedua matanya mampu melihat secara normal. Namun tiga hari setelah persalinan, kedua matanya tidak lagi melihat. Kebutaan itu terjadi secara tiba-tiba ketika dirinya tengah merawat buah hati yang baru dilahirkannya.

"Saat mengandung hingga menjelang persalinan, mata saya cukup normal. Tidak ada keluhan sama sekali. Tapi kurang lebih tiga hari setelah melahirkan, tiba-tiba saya merasakan kegelapan hingga sempat terjatuh pada saat berjalan," tutur Siti Aisyah sesaat akan dilarikan ke RS Mata Cicendo, Bandung.

Ajar (60), ayah kandung Siti Aisyah, mengatakan hingga kini dirinya tidak pernah menduga bahwa kebutaan tersebut akibat kesalahan pada proses persalinan. Sebab, lanjut Ajar, persalinan itu ditangani paraji serta bidan yang telah terbiasa menangani persalinan warga setempat.

"Kami tidak memiliki cukup uang untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja masih kesulitan," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Tim kedokteran posko pengobatan Ribka Tjiptaning, dr Budi Santoso, menerangkan dari dugaan sementara kebutaan tersebut terjadi akibat tekanan pernafasan dari dalam tubuh pasien pada saat melakukan persalinan.

"Kami baru menduga kebutaan ini diakibatkan tekanan pernafasan yang akhirnya berdampak pada penglihatan pasien," papar dr Budi.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya