SEMARANG - Ngatemin, mertua Maruto, meminta agar menantunya segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Ngatemin juga berharap agar Maruto, anaknya Tri Utami, serta cucunya pulang ke rumahnya di Jalan Pramuka RT 04 RW 06, Dusun Gedangan, Kelurahan Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Dalam bahasa Jawa, Ngatemin menyampaikan harapan itu pada wartawan sore ini, Kamis (30/7/2009). Raut muka pria umur 60 tahun yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Boja itu terlihat sedih.
"Maruto dan Utami, pulanglah segera ke Boja. Bapak dan seluruh keluarga sangat rindu pada kalian. Tidak usah takut, saya akan antar kamu ke polisi," kata Ngatemin.
Menurut Ngatemin, meskipun dia sempat menolak menikahkan anaknya dengan Maruto namun menurutnya Maruto termasuk anak yang baik. Karena itu, dia meminta agar Maruto menyerah kepada polisi.
Ngatemin juga menyatakan siap mendampingi anak serta menantunya selama proses penyidikan polisi. "Saya ingin Maruto menyerah saja. Itu demi kebaikan. Apalagi saya sudah merasa kehilangan anak saya, Tri Utami. Saya ingin bertemu dengan anak saya," ungkapnya.
Ngatemin sebenarnya keberatan Tri Utami pergi jauh darinya. Setelah berjuang menyekolahkan sampai lulus Fakultas Kedoteran Unissula, Ngatemin mendirikan rumah di dekat kediamannya untuk Maruto dan Utami. Ngatemin mengaku tak bisa jauh dari Utami sehingga mengharapkan anaknya itu pulang ke Boja.
(Muhammad Saifullah )