Aktivis: SBY Paranoid Atas Aksi 9 Desember

Thomas Joko, Jurnalis
Senin 07 Desember 2009 20:13 WIB
Share :

SEMARANG - Sejumlah aktivisi menilai pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang aksi 9 Desember, ditengari sebagai bentuk ketakutan yang berlebihan dari sang Presiden.

Demikian disampaikan oleh Eko Haryanto, aktivis KP2KKN (Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, Nepotisme) Jawa Tengah, Senin (7/12/2009).

"Pernyataan SBY kemarin menunjukkan jika dia mengalami paranoid. Dia ketakutan tanpa sebab. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa dia takut pada aksi hari antikorupsi?" cetus Eko Haryanto.

KP2KKN menilai bahwa aksi demonstrasi memperingati hari antikorupsi sedunia adalah hak. KP2KKN Jateng menjamin demonstrasi yang akan mereka lakukan berlangsung aman dan tertib. Aksi tersebut dalam bentuk karnaval antikorupsi yang akan diikuti 20 elemen antikorupsi terdiri dari 200 massa.

"Kami juga tidak akan takut jika ada demonstrasi tandingan. Jika benar ada maka kami tidak akan menyikapinya dengan tindakan anarkistis," katanya.

Sementara itu isu yang akan didengungkan dalam aksi 9 Desember lusa adalah tetap mendukung KPK dalam menangani kasus Bank Century. KP2KKN juga akan menyoroti maraknya markus (makelar kasus) baik yang berada di Kepolisian, Kejaksaan, maupun eksekutif.

"Kami juga meminta masyarakat antikorupsi waspada pada markus yang dilegalisasi dalam bentuk Muspida plus," ujar Eko.

RPP tentang penyadapan pun akan digulirkan dalam demo. KP2KKN menolak munculnya RPP itu dan menilai Tifatul Sembiring terlalu overacting. "RPP tentang penyadapan itu merupakan bentuk berikutnya dari pelemahan terhadap KPK," tegasnya.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya