JAKARTA - Prosesi pelepasan jenazah almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diawali dengan salat jenazah di Masjid Almunawarah sekira pukul 05.30 WIB, Kamis (31/12/2009).
Meski salat dilakukan di masjid, namun jenazah Gus Dur tetap berada di rumah duka. Menurut bagian protokoler keluarga Gus Dur, Murdiati Sulam, pembacaan salawat akan dipimpin oleh KH Said Agil Siraj.
Pada pukul 07.00 WIB, dilaksanakan upacara militer dipimpin oleh Ketua MPR Taufiq Kiemas, yang diawali dengan penyerahan janazah dari keluarga almarhum. Kemudian dibacakan teks penyerahan oleh Alissa Wahid dan Erman Royadi.
Sekira pukul 07.30 WIB, jenazah masuk ke ambulans dan berangat ke Bandara Halim Perdanakusuma. Diperkirakan take of ke Surabaya pukul 08.30 WIB dengan menggunakan pesawat Hercules. Dalam pesawat tersebut turut serta seluruh keluarga inti.
Pukul 12.00 WIB, dijadwalkan tiba di Jombang, lalu dilakukan upacara militer yang diawali tabur bunga oleh keluarga, penimbunan liang lahat secara simbolis, peletakan karagan bunga, sambutan dari pihak keluarga yang dipimpin oleh KH Salahudin Wahid. Diteruskan sambutan dari Presiden SBY dan diakhiri dengan doa.
Selanjutnya, jenazah mantan Presiden RI ini disemayamkan di Kompleks Pemakaman Tebu Ireng. Sebelumnya, Presiden SBY berangkat dari Jakarta pukul 06.30 disusul Wapres Boediono pukul 07.00 WIB dengan pesawat Kepresidenan.
Kondisi kesehatan Gus Dur drop ketika tengah berziarah ke makam Ibu Nyai Fatah di Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. Sebelum ke Jombang, Gus Dur terlebih dulu menyempatkan diri bersilaturrahmi ke kediaman KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah.
Kamis 24 Desember lalu, Gus Dur sempat dilarikan ke RS Swadana Jombang namun kemudian dibawa ke RSCM, Jumat 25 Desember 2009 Gus Dur dirawat lantaran kadar gula darahnya turun. Selain itu di RSCM, Gus Dur juga menjalani operasi pencabutan gigi.
Menurut Yusuf Misbach, anggota tim dokter RSCM kondisi kritis Gus Dur akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. "Ini berkaitan dengan penyakit diabetes, ginjal, struk dan jantung," paparnya.
Dia menambahkan, sempat dilakukan tindakan medis secara intensif, namun keadaan kian memburuk. Sekira pukul 18.15 WIB, mengalami kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan wafat sekira pukul 18.45 WIB.
(Dadan Muhammad Ramdan)