NUSA DUA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta peserta pertemuan Menteri Lingkungan Hidup se-Dunuia (UNEP), belajar dari filosofi masyarakat Bali.
Presiden SBY menyampaikan perlunya Tri Hita saat memberikan sambutan di hadapan ratusan peserta dari 140 negara.
“Dalam falsafah itu terkandung makna menjaga harmonisasi keseimbangan antara manusia dengan manusia, manusia dengan tuhan, dan manusia dengan alam,” sebut SBY, Rabu (23/2/2010).
Menurut dia, masyarakat Bali tetap mempertahankan lingkungan alam dengan baik, karena yakin jika berlaku baik terhadap alam, maka alam juga akan memberikan yang terbaik kepada manusia.
Falsafah Tri Hita, kata Presiden, merupakan konsep kearifan lokal (local genius) dalam kaitan hubungan antara manusia dan alamnya. “Ini konsep penting yang dapat dipertahankan masyarakat Bali, bisa menjadi referensi peserta perteman Unep dalam melakukan tindakan apa pun,” ungkap SBY.
Pertemuan UNEP memiliki arti stratagis dan bisa menjawab berbagai persoalan kerusakan lingkungan yang kian mencemaskan. “Penting untuk memperbarui komitmen penyelamatan bumi. Sehingga, nantinya bisa mencarikan tempat bagi kita dan anak cucu, membekali kehidupan saat ini dan masa depan,” tutur dia.
Dalam kerja sama Lingkungan System Multilarel, lanjut SBY, hendaknya dilakukan lebih tulus dan mencari solusi tepat untuk pembangunan berkelanjutan.
“Jaga agar pembangunan bisa memenuhi generasi saat ini, tanpa korbankan generasi akan datang,” pesan SBY.
(Fitra Iskandar)