JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengkritisi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Parlemen Australia terkait keberhasilan penanganan terorisme di Indonesia.
"Sebaiknya pernyataan atau pidato keberhasilan menumpas kelompok teroris dilakukan di dalam negeri, sebelum disampaoikan di negara lain," kata Ryamizard di sela-sela seminar nasional di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Lebih lanjut Ryamizard mengatakan dalam penanganan aksi terorisme, sebaiknya juga dilakukan bersama-sama dengan melibatkan semua unsur negara, termasuk masyarakat.
Karena selama ini penanganan terorisme masih dilakukan oleh kelompok tertentu saja. Sehingga muncul kelompok yang merasa dirinya terbaik.
Begitu pula dengan penanganan masalah bangsa lainnya seperti bencana alam, terorisme, hingga masalah skandal Bank Century harus dilakukan secara bersama-sama, jangan hanya satu kelompok saja.
"Sebab yang memiliki bangsa ini adalah rakyat," tegasnya.
Seperti diketahui Presiden dalam pidatonya di depan parlemen Australia di Canberra, dengan jelas mengatakan kesuksesan Polri dalam penanganan terorisme. Hal ini disinyalir membuat unsur pertahanan merasa tidak diperlukan. Padahal masalah terorisme merupakan permasalahan bangsa.
Polri sendiri sebelumnya, mengatakan tidak memerlukan bantuan TNI untuk menangani aksi terorisme. Di TNI memiliki banyak satuan tugas (satgas) antiteroris yang belum dimanfaatkan oleh negara.
(Hariyanto Kurniawan)