MEDAN – Pasca-terjadinya bentrok antara pihak PAM Swakarsa PTPN II Kebun Limau Mungkur dengan warga Dusun Bintang Bulan, Desa STM Hilir, Kecamatan Talun Kenas, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, sekitar 20 personil PAM Swakarsa masih terus melakukan sweeping di sekitar lokasi perkebunan.
Sweping tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan aset perusahaan BUMN itu.
"Kami terus melakukan sweeping selama 24 jam untuk menjaga keamanan agar aset perkebunan tidak dijarah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," jelas Komandan PAM Swakarsa PTPN II Kebun Limau Mungkur Yusuf Sinulingga saat dihubungi melalui telepon selular, Jumat (12/3/2010).
Bentrok itu sendiri terjadi antara PAM Swakarsa dengan para warga penggarap dari Dusun Bintang Bulan yang dituding telah menjarah hasil perkebunan milik PTPN II. Setidaknya sekitar 500 warga dengan bersenjatakan parang, balok dan panah menghadang 20 anggota PAM Swakarsa di lokasi kejadian.
Bentrokan sengit pun tidak terelakkan lagi. Puluhan anggota Brimob Polda Sumut, Polsekta Talun, dan petugas Polres Deliserdang pun diturunkan untuk mengantisipasi meluasnya bentrokan.
Akibat bentrokan tersebut, lima orang menjadi korban mengalami luka-luka, yakni tiga orang warga dan dua orang anggota PAM Swakarsa. Ketiga warga yang menjadi korban saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit GL Tobing, Tanjung Morawa, Deliserdang. Mereka adalah Andre (33), Joko (23) dan Umarbili (17) yang mengalami luka serius di sekujur tubuhnya.
Sedangkan korban dari pihak PAM Swakarsa, Siregar (33) dan Ipin (28) mengalami luka bacok di telinga dan dihantam balok sehingga mengalami patah tangan. Keduanya dirawat di Klinik Kebun 922 Distrik Rayon Selatan, STM Hilir.
Sementara itu, sejumlah penghuni kompleks perumahan staf pegawai PTPN II Kebun Limau Mungkur meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat lain, karena tidak terjaminnya keamanan di lokasi bentrokan tersebut. meski begitu, sejumlah petugas polisi juga berjaga-jaga di lokasi tersebut.
(TB Ardi Januar)