JAKARTA - Kongres III PDIP di Bali menghasilkan struktur kepengurusan dengan wajah-wajah baru, namun kepemipinan tertinggi tetap kembali pada Megawati Soekarnoputri.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia Cecep Hidayat memprediksi ke depan tidak akan ada perubahan signifikan dari partai berlambang moncong putih ini, mengingat kepemimpinan kembali pada Megawati. "Tidak ada perubahan besar jika Mega tetap memimpin walaupun ada sekjen dan tokoh baru, hanya penyegaran di manajerial," terang Cecep kepada okezone, Jumat (9/4/2010).
Sebab itu, dia memprediksi pada Pemilu 2014 nanti perolehan surara PDIP tidak akan bertambah, justru akan mengalami kemunduran. Dari beberapa kali pemilu sebelumnya, suara PDIP turun drastis.
Penyebab penurunan jumlah pemilih ini, kata Cecep, salah satunya akibat pola kepemimpinan Megawati dan kebijakan partai untuk berada di luar pemerintahan atau oposisi. Padahal, banyak suara dari bawah agar sikap opsisi tersebut dievaluasi.
"Baru PDIP akan akan berubah jika Mega mau mengubah dirinya sendiri dan strategi politiknya. Atau justru kepemimpinan Mega di PDIP diganti dengan tokoh lainnya," papar dia.
Cecep mengatakan, Mega pecah kongsi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), lebih karena sakit hati secara politik, sehingga PDIP harus mengambil langkah oposisi. Namun sepertinya sulit bagi Mega untuk beralih dari berseberangan dengan pemerintah dan berkoalisi dengan Partai Demokrat.
Dia menambahkan, dinasti Soekarno yang selama ini mendominasi eksistensi PDIP justru akan menghambat perkembangan partai ke arah lebih moderen seperti Partai Demokrat. "PDIP bukan saatnya lagi mempertahankan romantisme politik dari kebesaran Soekarno, sebab saat ini generasinya sudah beda. Mereka yang fanatis dengan Soekarno sudah mulai berkurang," jelas Cecep.
Perebutan pemilih di era multipartai ini semakin tajam. Jika PDIP ingin mendulang suara pemilih, maka harus meninjau kembali pola kepemimpinan dan strategi politiknya. "Pemilih saat ini lebih melihat pada program, leadership yang berkualitas, dan manajerial partai secara modern," pungkas Cecep.
(Dadan Muhammad Ramdan)