JAKARTA - Pihak Kepolisian RI saat ini masih melakukan penyelidikan intensif sebab musabab kerusuhan yang terjadi di PT Drydock Naninda, Batam, kemarin. Setidaknya pihak kepolisian telah meminta keterangan terhadap 15 orang saksi yang dianggap mengetahui awal kerusuhan tersebut.
"Ada 15 orang dimintai keterangan, dan seorang sebagai saksi dan akar penyebab daripada warga negara asing itu, sedang diperiksa intensif," ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam konferensi pers di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/4/2010).
Lebih lanjut Kapolri mengatakan, penyelidikan yang dilakukan dengan intensif ini akan mencari tahu, apakah peristiwa ini terkait pidana atau tidak. "Dua alat bukti minimal terpenuhi jadi kita bisa periksa lebih lanjut," ujarnya lagi.
Sementara berdasarkan keterangan beberapa orang karyawan dan warga di lokasi saat peristiwa terjadi kemarin, menuturkan peristiwa terjadi karena adanya perselisihan antara seorang atasan berkewarganegaraan asing dengan bawahannya yang berkewarganegaraan Indonesia.
Dalam perselisihan itu, dikabarkan atasan tersebut memaki bawahannya dengan menyinggung ras. Sontak hal tersebut menimbulkan reaksi keras dari bawahannya, bahkan karyawan WNI lainnya yang mendengar jelas hal tersebut ikut bereaksi.
Kejadian inti yang kurang dari satu jam tersebut, kemudian justru berdampak semakin luas. Karyawan perusahaan geladak kapal yang sebagian besar WNI tersebut, kemudian tidak terkontrol dan berbuntut perusakan pada fasilitas-fasilitas perusahaan.
(Hariyanto Kurniawan)