Baru 2 Tahun, Hasil Bedah Rumah Gakin Ambruk

Ashadi Ikhsan (Koran Sindo), Jurnalis
Minggu 02 Mei 2010 19:04 WIB
Kiri:Saat masih berdiri kokoh/Kanan: Rumah setelah roboh.
Share :

GRESIK - Rumah hasil bedah rumah proyek keluarga miskin (gakin) di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Bawean roboh. Padahal rumah yang ditempati pasangan Disah (70), dengan Misli (650, baru sekitar dua tahun dibangun dari proyek bedah rumah Pemkab Gresik.
 
Informasi yang dihimpun, dua tahun lalu rumah tersebut dibangun melalui program bedah rumah proyek Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik. Kabarnya saat itu DPU menganggarkan Rp15 juta untuk merubah rumah dari ayaman bambu ke dinding tembok.
 
Untuk tahun pertama keluarga pasangan Disah-Misli tenang menempatinya. Karena saat itu, setelah dilakukan pembedahan dindingnya begitu kokoh. Namun, sekitar akhir April kemarin rumah tersebut mulai retak. Puncaknya roboh hingga menyisahkan bagian belakang saja.
 
Pengakuan Disah yang diperkuat oleh isterinya Misli, bahwa bangunan rumah tidak kuat sehingga roboh. Bahkan, pihaknya sudah melakukan perbaikan dengan melakukan tambal sulam, tetapi tetap saja roboh.
 
"Rumah roboh disebabkan kondisi bangunan yang tidak kuat, sehingga tembok pecah-pecah disekelilingnya. Kemudian roboh," kata Disah.
 
Untungnya, sebelum roboh, penghuninya baik Disah maupun Misli tersebut pindah ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari situ. Sehingga saat roboh tidak sampai jatuh korban.
 
Kepala Desa Sungai Rujing M Zaenal kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya menolak keras bila kondisi bangunan tidak kuat. Justru dia menganggap bila rumah yang ditempati keluarga Disah bisa roboh, karena kondisi tanah yang bergerak, sehingga tembok pecah-pecah.
 
“Jadi kondisi tanah bergerak sebagai penyebab robohnya rumah tersebut, bukan karena bangunannya. Sebab bangunan tersebut sudah kuat,” tukasnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tugas Husni Syarawanto yang dikonfirmasi tidak mengelak bila memang rumah tersebut bagian dari proyek bedah rumah Gakin 2008. Hanya, dia mengaku belum mendapat laporan resmi. Karena semua proyek bedah rumah yang mengelola adalah kepala desa setempat.
 
“Seingat saya rumah tersebut dialokasikan sekitar Rp15 juta. Semuanya mulai dari pembangunan hingga pengawasan diserahkan kepada kepala desa. Kami hanya menunggu laporan,” tukasnya.
 
Kendati begitu, lanjutnya, bila sudah mendapat laporan dan memang terjadi keselahan akibat salah konstruksi, pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan ulang. Artinya, perbaikan itu akan diajukan lagi, bila ada laporan.
 
“Kami menunggu laporan dahulu. Kalau memang ada kesalahan kostruksi kami akan rehab,” janji Tugas.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya