Aktivis Minta Perlindungan Pemerintah

Ajat M Fajar, Jurnalis
Kamis 08 Juli 2010 17:23 WIB
ilustrasi kekerasan. (Foto: okezone)
Share :

JAKARTA - Pasca penyerangan terhadap aktivis ICW, Petisi 28 meminta kepada pemerintah untuk menjamin dan melindungi keselamatan para aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam seluruh aktivitasnya untuk menyuarakan dan membongkar kasus-kasus korupsi para pejabat negara.

"Kita minta dilindungi oleh pemerintah agar seluruh aktivis yang sedang mengungkap kasus-kasus penguasa dijamin keselamatannya," ujar salah satu aktivis Petisi 28 Adhie Massardhie usai acara diskusi di Doekoen Coffee, Jalan raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2010).

Menurutnya dalam kasus penganiayaan yang menimpa salah satu aktivis ICW tersebut adalah ada sangkut pautnya dengan kasus rekening gendut perwira tinggi Polri yang saat ini sedang hangat menjadi perbincangan di masyarakat.

"Ini kami yakini berhubungan langsung dan tidak langsung terhadap pengungkapan rekening tersebut. Langsung itu bisa dikatakan polisi yang melakukan dan tidak langsungnya adalah orang yang tidak suka dengan polisi," ungkapnya.

Kendati demikian dengan kasus penganiayaan ini para aktivisi sangat menyesalkan dan mengutuk perbuatan tersebut, karena hal ini bisa dicerminkan sebagai matinya kebebasan demokrasi di negeri ini.

"Petisi 28 dan Gerakan Indonesia Bersih (GIB) mengutuk kekerasan terhadap teman kita dari ICW, juga sebelumnya kantor tempo," pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa pagi dini hari tadi salah satu aktivis dari ICW Tama S Langkun diserang oleh beberapa orang yang tidak dikenal usai menyaksikan pertandingan bola di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dugaan sementara yang beredar bahwa penyerangan tersebut ada kaitannya dengan pekerjaan Tama yang selaku aktivis di ICW yang sedang konsen menangani pengaduan terkait kasus rekening gendut pati Polri. Namun saat ini pihak kepolisian dari Polsek Pancoran dan Polres Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa tiga orang saksi terkait penganiayaan tersebut.

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya